Foto-foto sekitar Ambarawa [ II ]

Berikut ini foto-foto di Museum Kereta Api Ambarawa, silakan dinikmati.

IMG-7508

IMG-7494

IMG-7496

IMG-7490

IMG-7475

IMG-7474

IMG-7501

IMG-7503

IMG-7498

Foto2 seputar Ambarawa

Duh rasane kangen tenan lama ga pernah nengokin rumahku di sini. Udah aku telantarkan berapa lama ya rumah ini…hicks kasihan juga.

Dan ternyata postingan tentang Kota Ambarawa membangkitkan banyak pengunjung di blogku ini tentang kenangan mereka terhadap kota kecil yang indah ini.

Sebagai gantinya komen2 yang tak terbalas, saya akan coba menghadirkan foto2 tentang tempat2 di seputar Kota Ambarawa, tentunya dalam beberapa postingan supaya tidak berat dan lebih menghemat bandwidht buat yang membukanya.

Monggo dinikmati :

IMG_7842

IMG_7846

IMG_7848

[Repost] Bagaimana kesiapan infrastruktur jalan menghadapi mudik dan arus balik Lebaran 2008

Berhubung lagi males bikin tulisan sendiri, info ini saya comot dari kompas online mudah2an bermanfaat buat yang mau mudik hehehehe

Menghadapi itu, Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat Ditjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hediyanto menyatakan, ”Untuk pertama kalinya, jalan dari Jakarta ke Semarang telah empat lajur. Kami pastikan pelebaran dari tiga menjadi empat lajur di ruas Tegal-Pemalang dan Pemalang-Pekalongan selesai.”Sebenarnya, empat lajur di jalur pantai utara (pantura) Jawa tak hanya berakhir di Semarang, tetapi di Trengguli (8,50 kilometer sisi timur Kota Demak). Dalam perjalanan dari ujung barat ke ujung timur Pulau Jawa Agustus lalu, Kompas mengamati kesiapan jalur mudik. Bermula dari Gerbang Tol (GT) Cikampek, potensi kemacetan ada di ruas GT Cikampek, yaitu pertigaan Jomin.

Hal itu seharusnya bisa diatasi dengan rekayasa lalu lintas di GT Karawang Barat, Kalihurip, atau Sadang. Selain itu, juga menertibkan ruas GT Cikampek-Jomin. Di ruas itu banyak warung serta perhentian truk dan bus. Selepas GT Cikampek ke arah timur hingga Losari, yaitu perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah, seharusnya tidak ada hambatan. Namun, hingga kini di ruas Cikampek-Sukamandi jalannya berlubang karena perbaikan belum selesai.

Ruas Eretan-Lohbener diharapkan tidak lagi macet karena sejak tahun 2007 telah dilakukan penambahan lajur, yaitu dari tiga lajur menjadi empat lajur. Perbaikan yang dilakukan di jalur pantura, yang masuk wilayah Jabar, menjadikan jalur pantura meningkat statusnya dari sedang menjadi baik. Namun, Departemen PU tetap harus memerhatikan ruas Pamanukan-Eretan, Arjawinangun-Palimanan, dan Kanci-Losari. Selain ruas Kanci-Losari, jalan di ruas-ruas tersebut masih bergelombang.

Menyeberangi Sungai Cisanggarung (batas Jabar-Jateng) dari Losari ke Tegal (40,5 km) kondisi jalan sedang. Pada bulan lalu di ruas itu masih bertebaran lipatan aspal dan lubang. ”Ruas Brebes-Tegal belum pernah ditingkatkan sejak 15 tahun silam,” ujar Hediyanto.

Menurut dia, ada rencana dibangun lintas baru Brebes-Tegal (12 km). Ini bagian dari Stategic Road Improvement Project Bank Dunia. Tidak jauh dari Losari, yaitu di pertigaan Tanjung, pemudik dapat menuju Purwokerto, Banyumas, Kebumen, dan wilayah lain di Jateng bagian selatan. Jalan Tanjung-Prupuk-Ajibarang-Wangon lebarnya sudah 7 meter dan kondisi jalannya sedang.

Sementara itu, di ruas Tegal-Pemalang dan Pemalang-Pekalongan kegiatan pelebaran jalan menjadi empat lajur dilakukan secara ”maraton”. Pembetonan dan pembuatan drainase jalan terus dikerjakan. Sayangnya, di proyek tersebut belum dipasang median jalan. Pemudik harus ekstra hati-hati menghadapi bus yang menyalip dengan ”buas”, memakai jalur arah berlawanan.

Sementara itu, di Alas Roban sudah ada tiga jalan. Kendaraan pribadi sebaiknya melintas di ruas utara. Ruas tengah dan selatan dipadati truk dan bus.

Di pantura Jateng juga ada beberapa jalan lingkar, yakni di Pemalang (7,25 km), Weleri (5,20 km), dan Kaliwungu (8,10 km). Bila Jembatan Bodri, di timur Pabrik Gula Cepiring, selesai diperbaiki, arus mudik dari Losari ke Semarang akan lebih lancar. Dari Semarang menuju timur, potensi kemacetan ada di ruas Pati-Yuwana yang hancur akibat banjir awal 2008. Departemen PU sedang meninggikan dan membeton jalan itu (8 km). Hingga Lebaran pembetonan masih dilakukan sepanjang 2 km sehingga setiap malam di ruas itu terjadi kemacetan.

Jalan di wilayah Jateng ruas Semarang-Bawen (35 km) telah empat lajur. Namun, untuk arah Yogyakarta, ruas Bawen-AmbarawaMuntilan, masih dua lajur jalan. Ke arah Solo, dari Jembatan Tuntang-Salatiga dan Salatiga-Boyolali, juga dua lajur. Namun, dari Boyolali hingga Solo telah memiliki empat lajur jalan meski ada penyempitan di Banyudono-Kartasura.

Masuk Jawa Timur

Untuk memasuki Jatim dari Jateng, ruas Rembang-Bulu (batas Jateng-Jatim), Tuban, Lamongan (jalur utara), hingga Gresik lebar jalan tujuh meter. Jalur lain yang bisa diambil adalah dari Tuban ke selatan menuju Babat lalu ke timur melintasi Lamongan. Jalan Babat-Lamongan-Gresik lebarnya 14 meter. Hanya saja, jalan betonnya tidak nyaman dilintasi.

Dari Gresik, pemudik dapat melewati Tol Surabaya-Gresik (21 km) untuk masuk Surabaya. Bila ingin menuju daerah ”tapal kuda” Jatim ataupun Malang, dapat melintasi Tol Surabaya-Gempol (40 km) meski putus di Porong.

Jalur tengah dan selatan

Lalu, bagaimana dengan jalur tengah dan selatan Jawa? Dari Jakarta-Bandung-Cileunyi (Bandung timur) ada jalan tol. Ruas Cileunyi-Cicalengka (9,07 km) telah empat lajur. Titik kemacetan adalah di Desa Ciherang, Nagreg. Di ruas itu dibangun Lingkar Nagreg (5 km). Menjelang Lebaran, diselesaikan Lingkar Nagreg tahap I (0,6 km). Diharapkan kemacetan di pertigaan jalan Cagak-Nagreg akan berkurang. Pemudik silakan lewat Nagreg!

Sementara itu, ruas Nagreg-Rajapolah-Ciamis lebar jalan hanya 7 meter, kondisinya sedang dan baik. Namun, menjelang Sungai Citanduy (batas Jabar-Jateng), jalan rusak ringan. Dari Citanduy-Majenang-Wangon jalannya rusak ringan. Adapun lebar jalan ruas Wangon-Purworejo-Yogyakarta 7 meter serta kondisinya baik dan sedang.

Di Yogyakarta, seluruh jalan kondisinya baik. Ruas Yogyakarta-Kartosura-Solo (60 km) seluruhnya baik dan telah empat lajur. Ruas Solo-Palur juga empat lajur, sedangkan Palur-Sragen-batas Jateng-Jatim dua lajur. Dari batas Jateng-Jatim hingga Surabaya, PU menjanjikan seluruh kondisi jalan baik. Namun, pada Agustus Kompas masih menemukan jalan rusak ringan mulai dari batas Ngawi hingga Caruban (sekitar 35 km). Jalan berkondisi baik hanya Mojokerto-Jombang yang telah 4 lajur.

Di Jawa momok arus mudik adalah pasar tumpah. Lokasi dan jumlahnya nyaris tak berubah. Di Jabar, di antaranya Ciasem, Sukamandi, Sukra, Patrol, Eretan, Tegal Gubug, Mundu, Gebang, dan Losari. Di Jateng, di beberapa kota dilengkapi jalan lingkar sehingga kemacetan akibat pasar tumpah itu tidak banyak terjadi.

Sumatera

Meski tidak ”seheboh” di Jawa, jalur mudik di Sumatera telah disiapkan. Tiga proyek utama di Jalur Lintas Timur Lampung, yakni tanjakan Tarahan (Sukamaju-Kalianda), pelebaran jalan Bujung Tenuk-Simpang Pematang (61,60 km) dari 6 meter menjadi 7 meter, dan perbaikan Jembatan Way Semuji (Sp Pematang-batas Sumatera Selatan).

Tahun ini Jalur Pantai Timur Lampung (204,30 km) dari Bakahueni, Sukadana, keluar di Menggala dapat dilalui. Pemudik tidak harus terkena padatnya lalu lintas di Bandar Lampung. Di Sumatera Selatan pengaspalan terjadi di ruas Pematangpanggang-Kayu Agung-Simpang Indralaya-Palembang dan Palembang-Betung-batas Jambi. Sebelum Lebaran, ruas Kayu Agung-Celikah (15 km) dijanjikan PU kondisinya akan baik.

Perbaikan juga dilakukan di Sugih Warah-Muara Enim (jalur lintas tengah), Lahat-Tebing Tinggi (jalinteng), dan Bitung-Sekayu.

Di Jambi, tanjakan di Kilometer 181+490 diturunkan dari 17 derajat ke 10 derajat (ruas Merlung-batas Riau). Jalur pendakian di Kilometer 174+140 dan Kilometer 149+400 (ruas Merlung-batas Riau) dilebarkan. Perbaikan dilakukan di ruas Simpang Tuan-batas Tanjab-Merlung. Persoalannya, awal September hujan mulai turun. Akankah jalan berkondisi baik dan sedang bertahan. Tidak kembali berlubang setelah hujan turun, seperti lazim terjadi selama ini.

link ada di sini

Icip-icip Google Chrome

Saya menset default page setiap browser saya dengan http://www.google.com, jadi setiap membuka browser baik mozilla firefox ataupun internet explorer (saya hanya memakai kedua itu meskipun kenyataannya saya sangat jarang mempergunakan ie) selalu halaman search google yang pertama kali muncul.

Beberapa hari ini saya perhatikan di halaman tersebut selalu disertakan semacam add-sense tentang Google Chrome versi beta, yang ternyata adalah browser yang dikeluarkan pihak Google. Pihak Google menyatakan bahwa browser ini memiliki semua keunggulan dari setiap browser yang pernah ada sehingga menururt thread yang saya baca dari hasil search tentang review orang2 yang pernah mencoba terbukti sangat memuaskan.  
Buat yang ingin mengetahui fitur2 selengkapnya silakan kunjungi situs resminya di sini, atau yang kepengen icip-icip mencoba silakan meluncur di siniUkuran file cukup ringkes buat di download dan diinstalasi. Semua dalam bahasa Indonesia kalau ada yang malas baca dalam versi Inggris . Bahkan browsernya sendiri default bahasanya, bahasa Indonesia (tentu saja kalau kita mendownload dari wilayah/area Indonesia). Tapi saya malah agak jengah dan sedikit membingungkan karena malah tidak terbiasa dengan istilah2nya hehehehehe
Buat yang punya habit seperti saya, yang sering membuka tab lebih dari 5 atau lebih untuk berbagai macam keperluan, Google Chrome masih cukup sakti. Bahkan untuk membuka tab baru cukup dengan satu klik saja. Bahkan saat kita ngeklik tab baru otomatis langsung dikasih pilihan situs yang paling sering kita kunjungi, tinggal ngeklik aja, atau klau ngga ada ya tingggal kita ketik di address bar seperti biasaTidak seperti Fire Fox yang kadang-kadang mengalami crash atau bahkan freeze saat membuka beberapa tab, yang bisa proses hanya tab yang tengah aktif dan itu cukup menjengkelkan. Di GC sampai saat ini belum kejadian alias lancar2 aja, mudah2an akan tetap begitu :)
Namun sebagai new user, dalam beberapa hari ke depan saya akan terus mereview terus perkembangannya, mudah2an browser ini akan terus lancar dan menyenangkan untuk dipakai.
Link terkait lihat ulasan GC di situsnya  always ngesot 

Jalur Pantura Menjelang Arus Mudik

Puasa sudah memasuki hari ke-7 dan 3 minggu lagi sebagian besar karyawan di Indonesia akan memperoleh libur hari raya Idul Fitri. Berbicara mengenai hari raya Idul Fitri selalu tak lepas dengan yang namanya mudik lebaran. Fenomena mudik ini selalu menarik untuk di simak. Sebagian umat muslim merasa belum lengkap seandainya belum mudik bertemu dengan sanak keluarganya di kampung halaman untuk silaturahim. Jadi jalan apa saja akan ditempuh supaya mereka bisa sampai kampung halamannya.

Seperti kita tahu tiket pesawat dan tiket kereta api eksekutif memasuki awal masa puasa saja dikabarkan telah habis terjual untuk tanggal 25 September ke atas hingga tanggal 30 September, dan PT KAI tidak akan melayani penjualan tiket saat keberangkatan kereta, dan harganya pun sungguh fantastis dan mencengangkan. Kereta Eksekutif Argo Anggrek dijual sekitar Rp. 450.000,-, Argo Muria, Argo Lawu, Taksaka dijual berkisar Rp. Rp. 375.000 hingga Rp. 400.000,-. Bayangkan jika satu keluarga jumlah anggota keluarganya ada 4 atau 5 orang yang dibawa, berapakah jumlah dana yang mesti dikeluarkan untuk biaya transportasinya saja.

Untuk pesawat terbang bagaimana? Jangan bayangkan pula berapa harga tiket untuk pesawat terbang. Masa keemasan Low Cost Carrier sudah berakhir dan tak ada tiket murah lagi. Harga tiket saat ini melambung 2 sampai 3 kali dari harga tiket saat LCC masih ada, dan untuk musim libur lebaran ini kemungkin besar harga akan melambung sedikitnya 2 kali lipat dari harga tiket saat ini. Meski begitu tetep saja tiket pesawat juga sudah sold out :P untuk tanggal2 keberangkatan tersebut di atas.

Moda transportasi alternatif lain masih ada bus AKAP, carter mobil, mobil pribadi dan tentu saja ‘si sensasional sepeda motor’ yang jumlahnya luar biasa. Oh iya di sini saya tidak membahas yang namanya kapal laut dan pokok bahasan saya persempit untuk wilayah Jawa saja.

Berbicara masalah moda transpoertasi darat selain kereta api tentu tidak akan lepas dari infrastruktur yang namanya jalan raya. Bagi saya yang kebetulan ‘rajin’ hilir mudik lewat jalur pantura, kondisinya saat ini membuat saya agak was-was. Bagaimana tidak was-was, sampai dengan saat ini pengerjaan ruas jalur pantura baik berupa perbaikan jalan dan jembatan maupun pengerjaan pelebaran jalan masih belum selesai juga, padahal waktu kian mendesak.

Seperti pernah disampaikan oleh Menhub, perbaikan jalur Pantura diharapkan selesai pada H-20 menjelang hari raya Idul Fitri 1429 H. Menhub pun meminta kepada para kontraktor untuk mempercepat perbaikan jalan agar pada puncak arus mudik arus lalu lintas tidak tersendat. Namun melihat kondisi lapangan saat ini (7/9/2008), akan sulit untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh Menhub.

Jalur utama merupakan rute utama yang akan dipakai pemudik untuk menuju kampung halamannya. Di sini berbagai moda transportasi darat dari kendaraan besar hingga sepeda motor akan tupah ruah. Saya pribadi sebagai orang yang merencakan liburan kali ini juga akan memakai jalur tersebut sebagai jalur menuju tempat tujuan saya. Kecemasan saya ini sebenarnya cukup beralasan, karena diperkirakan jumlah pemudik tahun ini akan meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. So kalau jumlah pemudik meningkat sementara prasarana jalan masih belum selesai dikerjakan apa yang bakal kejadian?? traffic jam yang parahlah yang bakal terjadi.

Saat ini saja lubang galian di pinggir-pingir jalan pantura yang sedang diperlebar masih menganga, kalau kondisi ini dibiarkan tentu saja akan sangat membahayakan pengendara yang lewat.

Kondisi arus balik kemungkinan besar akan dimulai sekitar tanggal 19 september. Ini merupakan warning bagi para kontraktor yang mengerjakan proyek perbaikan dan pelebaran jalan di pantura untuk segera berbenah secepat mungkin, menyelesaikan pekerjaan yang telah ditentukan atau paling lambat paruh ketiga minggu ini untuk menyelesaikan tanpa mengurangi kualitas jalan yang telah disaratkan. Dan Mudah-mudahan pada paruh ketiga minggu ini seluruh perbaikan dan pelebaran jalanan pantura sudah selesai seluruhnya dan para pemudik yang akan mempergunakan jalan tersebut bisa tenang dan nyaman saat melintasinya.

Berbagai Acara TV Pelengkap Makan Sahur

Seperti biasa tahun-tahun sebelumnya setiap bulan ramadhan, stasiun tv berlomba-lomba membuat acara untuk menemani sahur para pemirsanya. Saya percaya bahwa acara ini memang banyak dinanti dan dinikmati oleh banyak pemirsa yang kebetulan memang sedang bangun untuk makan sahur. Pemirsa puas, stasiun tv pun senang karena programnya sukses (ada advertiser yg pasang iklan = duit masuk hehehe)

Namun dari pengamatan saya yang awam ini, kebanyakan stasiun tv terjebak dalam “Dimensi Latah” tahun-tahun sebelumnya yang menjadikan acara mereka agak basi dan monoton. Kenapa saya bilang basi dan monoton, sebab dari tahun ke tahun pola-pola program acara yang mereka buat selalu sama. Dan lebih mengenaskan ‘hampir’ semua stasiun tv mengaplikasikan program yang mirip satu sama lain, meski dengan setting yang dibuat sedikit berbeda dan tentunya dengan artis yang berbeda pula. Terlihat sekali di sini bahwa pola komersialitas dan semangat konsumerisme agak lekat dengan program-program yang mereka buat.

Namun dari sekian stasiun televisi tersebut, hanya Tvone yang tidak terjebak dengan dengan pola tersebut. Maaf saya tidak sedang dibayar untuk mengiklankan mereka lho hehehe. Sesuai dengan program yang mereka buat dan dinamakan Gado-Gado Sahur yang dikemas dalam bentuk siaran radio dan televisi sekaligus dengan pembawa acara Ilo dan Andre, dengan dialog-dialog segar membahas berbagai topik diselingi dengan berbagai jokes, lengkap mengemas berbagai tayangan dalam konteks yang masih tetap berhubungan dengan suasana ramadhan kali ini.

Yang saya suka, mereka memberi porsi lebih tayangan berita yang sedang hangat dan menarik untuk disimak, seperti liputan suasana ramadhan di berbagai daerah, kuliner ramadhan dll. Selain berita, msih ada bincang2 ttg agama dengan tokoh agama, ada sedikit porsi infotaiment, ada liputan langsung, ada lagu yang bisa direquest oleh pemirsanya dan yang tidak ketinggalan adalah kuis.Maka bagi saya menonton acara ini jadi tidak membosankan bila saya bandingkan dengan menonton program acara sahur di stasiun tv yang lain.

Memang saya akui bahwa setiap kepala memiliki otak berbeda, setiap manusia punya selera yang berbeda pula, namun saya patut acungi jempol kepada Tvone yang mampu keluar dari “kelatahan” dengan tidak membuat program tayangan yang hampir seragam dan tentu saja buat saya sangat membosankan. Jadi…bagaimana pendapat anda?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.