Spyshoot dan Ban Bocor

Pagi ini saya terpaksa nungguin temen yg tiap hari nebeng ke kantor di Stasiun Cawang, karena dia datang terlambat. Waduh ngapain ya, biasanya dia yg nunggu, tapi kali ini saya yg mesti nungguin nih. Drpd cuma kepanggang sinar matahari yg mulai memanas iseng saya kambuh.

Berhubung kalau motret terang2an ga enak ati, jadi motretnya juga sembunyi2 hehehehe takut ketahuan. Judulnya aja Spyshoot jadi yang dipotret tidak tahu kalau dia sedang dipotret.

Seandainya si Mbak ini (atau ada yg kenal sama si mbak ini) melihat dan membaca postingan ini, mohon maaf ya mbak, siapapun anda, saya tidak bermaksud jahat kok, sayang kok tangan mbak sedang menutupi sebagian wajah, padahal Mba cukup cantik lho hehehehe Bahkan kalau boleh kenalan saya juga mau :))))))
Gubrrraaaaaaaaaaakkkk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!………………….

Namun apa gara2 spyshoot ini saya ketiban apes, sehingga ban motor saya mengalami bocor dan terpaksa harus ganti ban dalam di pinggir jalan seberang kantor Departement Perindustrian Jl. Gatsu. Asyyeeeeemmmmmmmmmmmm

Ini saya memang sedang nggambleh ga mutu dan ngga penting, jadi tolong jangan dibaca apalagi dipercaya :P

Jamur Enokitake

Bagi yang sering makan sabu sabu (eitss…bukan sabu2 narkoba lho ya, tapi japanesse food), tentu tidak asing dengan berbagai macam bahan2 rebusan yang disajikan. Mungkin kita tidak terlalu asing dengan berbagai macam sayuran, daging atau aneka seafood. Namun lain halnya dengan berbagai macam jamurnya. Namanya saja masih terkesan asing di telinga.

Dia antara aneka jamur yang disajikan saya hanya inget 2 nama saja :P , yaitu sitake dan enoki. Buat saya jamur sitake tidak terlalu asing karena sudah sering memakannya. Jamur ini banyak kita temui di supermarket. Bahkan kalau kebetulan kita sedang di kawasan Jogja atau Magelang, jamur ini banyak sekali dibudidayakan dan kita bisa membeli jamur sitake segar langsung ke sumbernya. Yang agak asing bagi saya adalah jamur enoki. Warnanya putih, bentuknya yang lucu mirip tauge panjang dan rasanya enak dan segar membuat saya sangat menyukai jamur jenis ini.

Karena rasanya yag enak dan segar, saya coba mencari jamur ini di supermarket, namun sayang tidak setiap supermarket menjual jamur ini. Karena penasaran saya coba mencari jawabannya. Pertama saya sowan Mbah Dukun Gugel, kenapa jamur ini agak2 sulit dicari dan kalaupun ada harganya kok mahal sekaleeee? Maka Mbah Gugel pun memberikan wejangannya sebagai berikut :

Jamur Enokitake (jamur enoki) adalah jamur pangan dengan tubuh buah hasil budidaya berbentuk panjang-panjang berwarna putih seperti tauge. Dikenal juga sebagai jamur tauge, jamur musim dingin, atau jamur jarum emas.

Di wilayah dunia beriklim sejuk, jamur tumbuh di alam bebas pada suhu udara rendah mulai musim gugur hingga awal musim semi. Jamur juga diketahui tumbuh di bawah salju. Jamur tumbuh di permukaan batang pohon Celtis sinensis (bahasa Jepang: Enoki) yang sudah melapuk, sehingga disebut Enokitake (jamur Enoki). Jamur juga bisa tumbuh di permukaan batang kayu lapuk pohon-pohon berdaun lebar seperti Bebesaran dan Kesemek. Jamur ini sering dianggap sebagai hama bagi beberapa produk pertanian.

Nah ketahuan kan kenapa jamur ini tidak banyak kita temui semisal kayak jamur merang, sitake maupun tiram, karena jamur ini termasuk jamur musim dingin yang banyak hidup di daerah sub tropik. Kalaupun di Indonesia mau dibudidayakan, tentu membutuhkan ruangan dengan pengatur temperature suhu sesuai dengan suhu tempat jamur ini biasa tumbuh, pasti biayanya mahal sekali.

Mbah Gugel melanjutkan wejangannya, masih dari sumber yang sama seperti ini :

Jamur Enokitake hasil budidaya bisa dipanen sepanjang tahun. Tubuh buah Enokitake hasil budidaya terlihat beda dari Enokitake yang tumbuh di alam bebas. Jamur hasil budidaya dilindungi dari sinar matahari sehingga berwarna putih, sedangkan jamur di alam bebas berwarna coklat hampir merah jambu. Jamur hasil budidaya juga memiliki batang yang panjang dan kurus-kurus, sedangkan jamur di alam bebas memiliki batang yang lebih pendek dan gemuk. Rasa jamur hasil budidaya juga sangat berbeda dengan jamur yang tumbuh di alam bebas.

Enokitake yang tersedia di swalayan merupakan hasil budidaya. Jamur dibudidayakan dengan menggunakan botol plastik atau kantong plastik. Jamur memerlukan waktu 30 hari pada suhu 15°C dan kelembaban 70% di atas media tanam serbuk gergaji atau serbuk bonggol jagung ditambah berbagai bahan campuran lain. Setelah itu, jamur masih perlu tumbuh 30 hari lagi dengan suhu yang lebih sejuk dan lebih lembab.

Jamur dilindungi dari sinar matahari dan dipaksa tumbuh di dalam botol plastik atau kantong plastik yang sempit. Jamur yang terus mencari sinar matahari akhirnya tumbuh terus ke atas hingga menjadi panjang-panjang dan kurus. Jamur memang bisa tumbuh tanpa sinar matahari, tapi sinar matahari tetap diperlukan pada penyebaran spora.
Sumber : Wikipedia

Sawah, Sunset

Ini masih tentang foto-foto, foto kebetulan karena sebenarnya saya sedang tersesat di pelosok pedesaan ga tahu jalan, akhirnya malah dapat schene ini :P


Padi menghijau


Jalan pedesaan


Siluet pohon


Sunset dan Sutet

Jogja - Ambarawa - Salatiga - Kopeng - Jogja

Foto-foto ini diambil saat saya melakukan trip dari Jogja ke Salatiga. Kebanyakan diambil dari dalam mobil, jd kl ada yg blur atau kaca membayang harap maklum aja hehehe
Antri di Pertigaan Palabapang Muntilan
Mengantri di pertigaan Palbapang Muntilan

Menjelang Blabak
Metro Square Magelang
Metro Square Magelang
G. Sumbing dilihat dari Kebon Pala Magelang
G. Sumbing dilihat dari Kebon Pala Magelang
G. Sumbing dilihat dari Payaman Magelang
G. Sumbing dilihat dari Payaman Magelang
G. Merbabu dan Adong dilihat dari Secang
G. Merbabu dan Andong dilihat dari Secang

Pinggir Jalan Soropadan arah Semarang
Anggrek
Anggrek
Sawah di pinggir Perum Lembah Hijau Salatiga
Sawah dipinggir perum Lembah Hijau Salatiga
Bunga ditepi jalan 1
Bunga di tepi jalan
Bunga di tepi jalan
Bunga di tepi jalan
Menampung air hujan
Menampung air hujan
Merbabu dilihat dari jalur Salatiga Kopeng
Merbabu dilihat dari jalur Salatiga Kopeng
Masih Merbabu di tempat yang sama
Merbabu dilihat dari jalur Salatiga Kopeng
G. Ungaran dilihat dari jalur Salatiga Kopeng
Gunung Ungaran di kejauhan
Telomoyo dilihat dai Kopeng
Gunung Telomoyo dilihat dari Kopeng
Lembah Telomoyo
Lembah Telomoyo

Bunga-Bunga

Kali ini saya tidak akan posting kata demi kata, kalimat demi kalimat, karena terus terang semenjak saya cuti kemarin, ide2 menulis saya seperti sedang kering. Sebagai gantinya saya akan coba posting dalam bentuk lain, berupa foto2 yang sempet saya abadikan selama saya menjalani masa2 Cuti kemarin. Semua foto ini tidak direncanakan alias kebetulan, ketika saya lewat dan kebetulan saya bawa kamera, ada niat motret, maka jadilah foto ini. Suka silakan dinikmati, ga suka ga usah dilihat, namanya juga foto asal2an hehehehe