Jamur Enokitake

Bagi yang sering makan sabu sabu (eitss…bukan sabu2 narkoba lho ya, tapi japanesse food), tentu tidak asing dengan berbagai macam bahan2 rebusan yang disajikan. Mungkin kita tidak terlalu asing dengan berbagai macam sayuran, daging atau aneka seafood. Namun lain halnya dengan berbagai macam jamurnya. Namanya saja masih terkesan asing di telinga.

Dia antara aneka jamur yang disajikan saya hanya inget 2 nama saja :P , yaitu sitake dan enoki. Buat saya jamur sitake tidak terlalu asing karena sudah sering memakannya. Jamur ini banyak kita temui di supermarket. Bahkan kalau kebetulan kita sedang di kawasan Jogja atau Magelang, jamur ini banyak sekali dibudidayakan dan kita bisa membeli jamur sitake segar langsung ke sumbernya. Yang agak asing bagi saya adalah jamur enoki. Warnanya putih, bentuknya yang lucu mirip tauge panjang dan rasanya enak dan segar membuat saya sangat menyukai jamur jenis ini.

Karena rasanya yag enak dan segar, saya coba mencari jamur ini di supermarket, namun sayang tidak setiap supermarket menjual jamur ini. Karena penasaran saya coba mencari jawabannya. Pertama saya sowan Mbah Dukun Gugel, kenapa jamur ini agak2 sulit dicari dan kalaupun ada harganya kok mahal sekaleeee? Maka Mbah Gugel pun memberikan wejangannya sebagai berikut :

Jamur Enokitake (jamur enoki) adalah jamur pangan dengan tubuh buah hasil budidaya berbentuk panjang-panjang berwarna putih seperti tauge. Dikenal juga sebagai jamur tauge, jamur musim dingin, atau jamur jarum emas.

Di wilayah dunia beriklim sejuk, jamur tumbuh di alam bebas pada suhu udara rendah mulai musim gugur hingga awal musim semi. Jamur juga diketahui tumbuh di bawah salju. Jamur tumbuh di permukaan batang pohon Celtis sinensis (bahasa Jepang: Enoki) yang sudah melapuk, sehingga disebut Enokitake (jamur Enoki). Jamur juga bisa tumbuh di permukaan batang kayu lapuk pohon-pohon berdaun lebar seperti Bebesaran dan Kesemek. Jamur ini sering dianggap sebagai hama bagi beberapa produk pertanian.

Nah ketahuan kan kenapa jamur ini tidak banyak kita temui semisal kayak jamur merang, sitake maupun tiram, karena jamur ini termasuk jamur musim dingin yang banyak hidup di daerah sub tropik. Kalaupun di Indonesia mau dibudidayakan, tentu membutuhkan ruangan dengan pengatur temperature suhu sesuai dengan suhu tempat jamur ini biasa tumbuh, pasti biayanya mahal sekali.

Mbah Gugel melanjutkan wejangannya, masih dari sumber yang sama seperti ini :

Jamur Enokitake hasil budidaya bisa dipanen sepanjang tahun. Tubuh buah Enokitake hasil budidaya terlihat beda dari Enokitake yang tumbuh di alam bebas. Jamur hasil budidaya dilindungi dari sinar matahari sehingga berwarna putih, sedangkan jamur di alam bebas berwarna coklat hampir merah jambu. Jamur hasil budidaya juga memiliki batang yang panjang dan kurus-kurus, sedangkan jamur di alam bebas memiliki batang yang lebih pendek dan gemuk. Rasa jamur hasil budidaya juga sangat berbeda dengan jamur yang tumbuh di alam bebas.

Enokitake yang tersedia di swalayan merupakan hasil budidaya. Jamur dibudidayakan dengan menggunakan botol plastik atau kantong plastik. Jamur memerlukan waktu 30 hari pada suhu 15°C dan kelembaban 70% di atas media tanam serbuk gergaji atau serbuk bonggol jagung ditambah berbagai bahan campuran lain. Setelah itu, jamur masih perlu tumbuh 30 hari lagi dengan suhu yang lebih sejuk dan lebih lembab.

Jamur dilindungi dari sinar matahari dan dipaksa tumbuh di dalam botol plastik atau kantong plastik yang sempit. Jamur yang terus mencari sinar matahari akhirnya tumbuh terus ke atas hingga menjadi panjang-panjang dan kurus. Jamur memang bisa tumbuh tanpa sinar matahari, tapi sinar matahari tetap diperlukan pada penyebaran spora.
Sumber : Wikipedia

7 Tanggapan

  1. Keren…
    BTW, aku juga sedang budidaya jamur. Tepatnya jamur kulit alias panu…
    Hehehe… Becanda ding…

    (** Kabur sebelum ditimpuk… **)

  2. Wuih enak lho bos jamur ini, nyabu ngga pake jamur ini kurang lengkap rasanya.

    tadinya pengen tahu cara budidayanya, soalnya bentuknya lucu, dah gitu enak dan seger, ga taunya jamur import yg harus dibudidayakan di iklim sejuk, pantesan mahal ya :( (

  3. Dear Bapak bapak yang sukses dari alam berhubungan selalau dng alam, shingga makin menciantai alam maka rawatlah alam kita,

    Say mau tau gmana cara bertanam jamur yg paling simple :

    saya ada tanah ngangggur ( kaplingan) 300m2 jerami, suket kedelai, jagung gak ada yg ada cuma TAIGER ( alias tai gergajian) gimana langkah langkah yg harus saya lakukan untuk bertanam jamur biar seperti bapak bapak.

    Salam Sukses

    YuJU

  4. nyari bibitnya di mana ya?

  5. iya. nyari bibitnya dmn ya? pingin jg ngembangin enoki biar a harus import. kalau ada yg tau, mohon infonya ya,thx

  6. kalo boleh tau nyari bibitnya dimana yach?? n harganya kira2 brapa??

  7. kebetulan saya lagi mencoba mengembangkan bibit Enokitake dan Eringii,sekarang sudah sampai tahap penumbuhan miselium pada bijian,2 minggu lagi rencananya baru mulai tanam ke media. Ada yang minat untuk sama2 belajar budidaya Enokitake?

Tinggalkan Balasan