Sang Penguasa Orde Baru itu telah Pergi

Mantan Presiden Soeharto dinyatakan telah wafat pada Minggu 27 Januari 2008. Penguasa Orde Baru yang akrab disapa Pak Harto ini menghembuskan nafas terakhir pukul 13.10 WIB. Itulah sepenggal kalimat yang saya baca di detik com siang ini setelah sebelumnya saya lihat berita hebohnya di televisi.

Penguasa yang selalu diliputi kontroversi selama menjabat presiden, saat diturunkan dari tampuk kekuasaan, hingga akhir hayatnya itu, pergi sudah. Stasiun2 televisi berlomba-lomba untuk menayangkan beritanya. Semua stasiun televisi dibanjiri oleh breaking news berita meninggalnya sang penguasa orde baru itu, seolah berebut memberitakan yang paling up to date bak sebuah panggung infotaiment mencari sensasi. Kehebohan itu bukan hanya saat ini, bahkan sudah tercipta dari sejak Soeharto masuk ke rumah sakit beberapa waktu yang lalu. Ini seperti sebuah pembenaran bahwa beritameninggalnya Pak Harto ini lebih penting dari pada berita2 bencana alam, kasus2 korupsi, harga2 sembako yang semakin melangit yang membuat kehidupan rakyat semakin terhimpit

Tanpa bermaksud apa2 saya sangat prihatin dan muak dengan semua ini. Menyedihkan sekali bahwa model2 pemberitaan yang seragam dan hanya mengejar sensasi sesaat seolah menyiratkan mental media kita yang sudah terjerumus dalam model tayangan infotaiment.

Tanpa mengesampingkan peran dan jasa Pak Harto kita tentu ingat semasa beliau berkuasa selama 32 tahun, kalau kita memiliki kesadaran politik akan banyak kita temui trauma politik yang telah ditorehkan. Banyak luka2 sejarah telah digoreskan. Tentu saja kita tidak boleh tutup mata tentang semua yang telah terjadi selama ini.

Wacana untuk mengadili beliau di sidang pengadilan hanyalah sekedar wacana yang tidak jelas. Sampai beliau meninggal pun wacana itu, tinggallah wacana. Bahkan dengan sikap naif yang berlebihan kalau tidak mau dibilang ngawur, ada penggiringan opini publik yang dilakukan salah satu stasiun tv swasta untuk memaafkan beliau dengan alasan karena sakit dan usia lanjut. Sebuah sikap kampungan beginikah yang harus kita ikuti??? sungguh memalukan.

Pak Harto, engkau telah pergi, selamat jalan, terima kasih atas pembangunan yang telah kau lakukan, juga luka2 sejarah dan politik yang kau tinggalkan yang hampir membuat seluruh bangsa ini diambang kehancuran. Doa bangsamu Semoga segala kesalahan dan dosamu diampuni oleh Tuhan, karena sebagian besar orang mungkin belum bisa memaafkan.

3 Tanggapan

  1. Selamat jalan Pak Harto.

  2. Tapi ada yang menggelikan bos, waktu nonton konperensi pers, ketua tim dokter presiden bilang gini “Ass Wr Wb. Telah wafat dengan tenang Bapak HM Soehato dst…” Ya mana ada orang meninggal dengan ribut😛

  3. Kangen sama pak Harto,
    Bengsin murah, kuliah murah, sembako murah, ndak ngantree minyak tanah….

    kangen orangnya apa kangen bengsin murah kekekeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: