Kondisi Jalan Pantura

Tanggal 8 Februari kemarin saya pulang ke Jogja naik bus. Beberapa waktu terakhir ini saya jarang naik bus. Ada beberapa pertimbangan kenapa saya naik bus. Yang pertama saya naik bus dari agen bus di Mampang yg artinya deket kantor saya di seputaran Senopati, berhubung hari tersebut saya tetap masuk kantor seperti biasa, jadi soal waktu tidak akan menjadi persoalan. Kedua faktor cuaca. Dalam keadaan cuaca seperti ini naik pesawat…waduuhh atut, seyeeemm. Ketiga naik kereta. Berhubung rumah saya masih sekitar 10km dari stasiun Tugu Jogja saya agak males, kebetulan rumah saya deket jalan Magelang Jogja yang dilewati rute bus AKAP, jadi turun tinggal jalan kaki ke rumah, prkatis dan hemat hehehe.

Saya sudah membayangkan, dimusim hujan ini keadaan jalanan pantura pasti jelek, dan memang dugaan saya tidak meleset. sepanjang jalan pantura terutama ruas pantura jabar jalanan banyak berlobang. Beberapa kali bus yang saya tumpangi kecebur lubang yang cukup lebar dan dalam sehingga mengagetkan penumpang yang tengah tertidur. Ruas pantura jateng kondisinya sedikit lebih baik, tetapi tetep saja ngga nyaman melewati ruas jalan bopeng2 penuh tambalan sana sini, bahkan lobang2 kecil yang bertebaran dan belum ditambal sangat mengganggu kenyamanan berkendara.

Yang saya heran ruas antara Semarang sampai Jogja kondisinya bagus. Kok bisa ya ya, apa karena ruas jalan ini kualitas aspalnya jauh lebih bagus apa karena jarang dilewati oleh truk2 kontainer bermuatan berat dan truk2 Siba yang notabene truk super berat dan perusak jalan nomor satu. Bayangkan sebuah truk heavy duty Siba bisa punya berat total 100ton. Bener2 luar biasa beratnya. Harap tahu saja, truk ini tidak pernah masuk jembatan timbang karena dulu pernah ada kasus, waktu truk ini masuk jembatan timbang, seketika jembatannya langsung rontok. Sejak itu truk tersebut tidak pernah masuk jembatan timbang lagi. Entah ada konspirasi apa di atas sana sehingga Dinas perhubungan Darat membiarkan truk super super berat bisa bebas melintas di jalan yang maksimal cuma didesain untuk menampung beban 30Ton saja. Pantas saja ya kalau jalanan pantura sebentar diperbaiki sebentar juga rusak lagi.

Sebenarnya saya biasa bawa mobil Jkt Jogja PP sendirian dan selalu selalu jalan malam hari, namun dengan kondisi seperti ini saya harus berhitung ulang kalau mau bawa mobil melintasi pantura. Jalanan yang hancur kayak gitu bisa2 memakan korban kaki-kali mobil. Bahkan bukan cuma kaki-kaki mobil, salah-salah biji kita kepala kita benjul karena kejedot kala mobil masuk lobang jalanan. Saya bener2 nggak menyarankan melinyasi ruas pantura dengan menggunakan kendaraan kecil semacam sedan atau minibus karena parahnya kondisi jalan. Namun kalau masih mau memaksa silakan cari jalan alternatif yang kondisinya jauh lebih baik.

Kapan ya kita bisa melintasi pantura dengan kondisi jalan yang bagus, pasti kita juga ga males untuk melakukan perjalanan karena perjalanan pasti juga nyaman.

3 Tanggapan

  1. Waduh, rusak parah yak?
    Padahal saya sudah berencana libur Paskah pulang bawa mobil sendiri. HEm…kalau begitu naik kereta aja deh.

    Thanks infonya. Salam.

  2. Wah parah banget mas, apalagi habis saya pulang kemarin kondisi tambah parah, selain karena truk superberat juga karena genangan air bikin jalan cepat hancur. Saya ga bisa bisa bayangin kalau bawa mobil kecil lewat jalan begitu berapa lama akan nyampe, karena mesti jalan pelan2 banget.

    Mungkin mau coba alternatif selatan mas cuma kalau ke semarang jadi tambah jauh ya…

  3. kan bisa lewat jalur selatan,emang lebih jauh sih…..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: