Komparasi performance Kartu IM3 VS XL Bebas

Seperti kita ketahui selama beberapa bulan ini, perang tarif operator selular sangat gencar. Apabila salah satu operator membuat skema tarif baru yang diklaim lebih murah oleh sang operator walaun dengan sarat dan ketentuan ini dan itu, sang kometitor pun segera melaunching skema tarif tandingan yang lagi-lagi diklaim lebih murah dan menguntungkan dibandingkan dengan tarif operator lain. Dari beberapa persaingan tersebut, pertarungan yang paling seru adalah perterungan antara IM3 dengan XL Bebas.

Kali ini saya tidak memfokuskan pembahasan mengenai tarif masing-masing operator selular karena saya pernah membahasnya di postingan beberapa waktu yang lalu. Tetapi intinya secara singkat saja, bagi para pemakai maupun calon pemakai jasa telepon selular saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita perlu mencermati setiap tarif promo yang ditawarkan dengan cara membaca baik-baik sarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh ihak operator selular, supaya dibelakang nanti tidak timbul ketidak puasan atau merasa dibohongi. Saya yakin bahwa pihak operator selular sudah menyusun skema tarif tersebut dengan perhitungan-perhitungan yang sangat matang sebelum dikeluarkan, tentunya telah diperhitungkan bagaimana mereka harus meraih keuntungan, meskipun seolah-olah tariff mereka dibuat sangat murah dan terjangkau.

Kali ini saya ingin membahas mengenai performance tingkat keberhasilan panggilan telepon dari kartu telpon IM3 dan kartu telepon XL Bebas yang kedua-duanya adalah kartu pra bayar. Kenapa kedua kartu tersebut yang saya bahas?? Ya tentu saja karena kebetulan saya memakai keduanya. Sangat tidak fair kalau saya membahas namun saya bukan pengguna kartu tersebut. Dengan menggunakan kedua kartu tersebut saya jadi mengetahui performancenya.

Sebenarnya saya membeli kartu XL Bebas karena saya kesal dengan kartu IM3 saya yang semenjak memberlakukan tarif promo murah, melakukan panggilan telepon menjadi suatu hal yang sangat menjengkelkan karena susahnya. Coba bayangkan di saat kita mau menelpon karena suatu hal yang penting kita harus berkutat beberapa waktu lamanya untuk bisa tersambung. Bisa 15 menit, 30 menit baru tersambung. Bahkan pernah dalam waktu 1 jam saya berusaha telepon tetap tidak berhasil. Jaringan selalu sibuk. Mungkin saking banyaknya load yang harus dihandle oleh satu BTS di area saya melakukan panggilan.

Setelah berhasil melakukan panggilan, durasi percakapan terlama hanya berlangsung 30an menit, tapi itu pertama-tama dulu. Setelah selang beberpa waktu durasi percakapan dipotong lagi menjadi 20an menit saja, malah pernah setiap 12 menit, setelah itu telepon mati dengan sendirinya. Kalau udah mati begitu, dan pembicaraan belum tuntas mau tidak mau kita mesti melakukan panggilan ulang, dan yang pasti ritual kejengkelan melakukan panggilan akan terulang kembali karena susahnya melakukan panggilan.

Atas keadaan dan kondisi tersebut dan juga atas beberapa kompor meleduk dari beberapa temen pemakai kartu XL Bebas, akhirnya saya memutuskan membeli kartu perdananya. Ngga mahal sih, Cuma Rp. 15.000,- dengan pulsa sebesar Rp. 10.000,- cukuplah untuk mengawali percobaan siaran menelpon. Pertama mencoba serasa mak nyoooosss karena panggilan langsung berhasil mulus tanpa hambatan. Karena hanya untuk berhaha hihi ngobrol ga jelas, saya juga ingin tahu seberapa lama durasi percakapan terlama dalam sekali panggilan. Kisarannya masih 50an menit bahkan pernah 58 menit atau hampir satu jam, cukup lah buat dikatakan good. Setelah percakapan terputus saya mencoba melakukan panggilan ulang, ternyata juga tidak mengalami hambatan dan tersambung dengan mudah. Berarti sudah mak nyoosss untuk yang kedua kali.

Namun sudah seminggu lebih ini terjadi korupsi durasi percakapan dari yang tadinya berkisar 50an menit, sekarang menjadi 26an menit saja. Pertama saya pikir adanya gangguan teknis, tetapi dari beberapa kali sambungan yang saya lakukan, saya yakin bahwa durasi percakapan sudah diset menjadi 26 menit saja. Artinya pihak XL mulai mengikuti bin mengekor langkah IM3 memotong durasi percakapannya. Entah alasannya apa saya kurang tahu, tetapi kemungkinan besar pihak XL juga tidak mau keuntungannya terpotong terlalu banyak dengan membiarkan durasi percakapan dalam satu panggilan dalam waktu yang cukup panjang. Ya iyalah, mana ada perusahaan yang mau rugi hehehehešŸ˜›

Tetapi beberapa hari ini saya mencatat, menelpon dengan kartu IM3 sudah mulai gampang, semenjak diberlakukan tarif terbaru yang berlaku mulai 1 Mei 2008 kemarin (lihat postingan sebelumnya tentang tarif ini di sini ). Entah karena saya selalu melakukan telepon di jam-jam bukan tarif termurahnya atau memang kapasitas sambungan masing-masing BTS sudah ditingkatkan, paling tidak perasaan jengkel itu akhirnya berkurang.

Kesimpulannya apa?? Apa ya?? Jangan terlalu senang atau bereuforia dengan tarif murah, karena selalu saja mengandung konsekuensi2 tertentu yang kadang-kadang malah tidak mengenakkan seperti yang terjadi pada IM3 pada awal-awal pemberlakuan tarif murah. Kalau kurang puas kepada salah satu operator telepon, tidak ada salahnya kita mencoba menggunakan operator lain, siapa tahu lebih baik dan memuaskan pelayannya. Begitu kanā€¦

4 Tanggapan

  1. pake 3 aja mas?

  2. coba saya dikasih tau apa untungnya pake 3, kalau performance lebih bagus dan tarifnya lebih kompetitif kenapa nggak?

  3. saya pake 2 kartu XL sama M3.
    tapi saya bingung murahan mana internetan lewat HP dari XL apa M3??

  4. kalau internetan base quota, msih murah pake M3 bro, kl cuma sekedar buat chatting pk e-buddy misalnya itungannya murah bgt, ibarat seperti iklan sms esia bayar per karakter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: