BBM NAIK, APA INI PERLU????

Bentar lagi BBM naik, tinggal menghitung beberapa hari ke depan. Berbagai demo marak menentang kenaikan ini. Kebanyakan berakhir ricuh.

Sebagai kompensasi kenaikan ini pemerintah memberikan bantuan tunai langsung (BTL). Namun apakah ini efektif? BTL ini diberikan sebagai kompensasi subsidi yang tadinya diperoleh kalau kita membli BBM. Dengan BTL kompensasi ini diibaratkan bantuan diberikan langsung dalam bentuk tunai ditujukan kepada orang-orang yang dipandang pantas mendapatkannya. Namun apakah kebutuhan kita hanya membeli BBM saja? Tentu saja tidak.

Marilah sekali lagi kita berpikir dengan logika orang terbodoh sekalipun. Sebelum harga BBM naik, semua harga sudah nyolong start naik duluan. Dengan kenaikan ini otomatis biaya yang dikeluarkan setiap hari/bulan menjadi lebih besar dari sebelum adanya kenaikan harga2. Sementara itu penghasilan yang diperoleh tetap seperti biasanya. Artinya penghasilan real menjadi lebih kecil. Kalau yang tadinya bisa beli beras 5 kg, sekarang hanya bisa membeli beras 3,5 kg saja. Artinya tingkat kesejahteraan secara nyata juga ikut turun. Jangankan untuk kebutuhan sekunder, untuk memenuhi kebutuhan primer saja, banyak orang ngos2an untuk bisa memenuhinya, apalagi memikirkan kebutuhan sekunder dan komplementer.

Pemerintah mencanangkan kenaikan BBM untuk premium 30% sedangkan solar 20% CMIIW…Apa kenaikan ini tidak kegedean? Kita memang tidak pernah tahu dengan pasti minyak bumi yang kita hasilkan ini lari kemana, mekanisme penentuan harganya dan distribusi dari pendapatan yang diperoleh ini untuk apa saja. Sayang kan, kalau kenaikan dari harga ini hanya akan dikorupsi dan lagi lagi hanya akan menguntungkan segelintir orang yang bermoral rendah.

Dalam keadaan perekonomian yang serba sulit begini, sangatlah riskan mempertaruhkan kenaikan BBM ini tanpa memperhitungkan biaya2 sosial yang sangat mahal yang mungkin terjadi. Meskipun ada BTL, saya pikir ini tidaklah cukup. Ingat BTL banyak ditentang oleh para pemerintah daerah, karena selain tidak mendidik, pelaksanaanya juga rawan dan sempat menelan korban jiwa.

4 Tanggapan

  1. koreksi mas, BLT, bukan BTL🙂
    BLT?? saya rasa ini konyol, kayak tukang obat yang nyebarin penyakit, lalu ngejual obat penawarnya (eh bukan ngejual ding, memberi… biar dikira pahlawan, oh kacau!!!).

  2. BTL biar mirip kayak BCL (bunga citra lestari) kekekekeke
    Di negeri dagelan ini, hal2 yang mustahil bisa mungkin lho, ya gitu deh, siapa yang nyebar penyakit, siapa yang pura2 ngasih obat penawarnya walaupun obatnya sama sekali ngga manjur😛

  3. Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Nosiness.

  4. Thks for visiting here, If u can’t speak/write in indonesian language i could understand if you missed the point🙂

    Warm regard.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: