BBM NAIK!!!!

Naik sudah harga BBM di rekiblik indo:
Bensin Premium dari Rp. 4.500,-/liter menjadi Rp. 6.000,-/ liter
Solar dari Rp. 4.300,-/liter menjadi Rp. 5.500,-/liter
Minyak tanah dari Rp. 2.000,-/liter menjadi Rp. 2.500,-/liter

Kenaikan ini disampaikan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, tgl 23 Mei 2008 pukul 21.30 dan berlaku efektif pukul 00.00 tanggal 24 Mei 2008. Keputusan ini diambil oleh Presiden saat melaksanakan rapat finalisasi penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta. Dengan demikian terjawab sudah berapa kenaikan masing-masing harga BBM tersebut. Rata2 kenaikan sebesar 28,7%. Bensin premium mengalami kenaikan tertinggi sebesar 33,33% solar 27,91% dan minyak tanah 25%

Kontan malam itu stasiun pompa bensin diserbu masyarakat yang ingin mendapatkan bbm dengan harga lama sebelum mengalami kenaikan. Selain serbuan masyarakat ke pom bensin, terjadi pula demo menentang kenaikan harga bbm, terutama dari para mahasiswa. Rata2 berakhir ricuh.

Kenaikan ini mengundang banyak pro dan kontra tetapi lebih banyak kontra dibanding yang pro. Dari kalangan akademisi maupun kaum terpelajar pun terpecah pendapat, masing-masing dengan argumentasinya. Bagi masyarakat umum mereka jelas menolaknya, alasannya sederhana saja, kebanyakan masyarakat tidak mau pusing-pusing menghitung berbagai komponen dan latar belakang yang dipakai alasan untuk menaikkan harga BBM. Bagi mereka yang penting adalah mereka mampu memenuhi semua kebutuhan hidupnya dengan harga2 yang terjangkau termasuk untuk mendapatkan BBM. Kalau masyarakat dimiskinkan oleh kenaikan harga BBM ini karena tidak mampu lagi bisa memenuhi dan mendapatkan kebutuhannya dengan layak dan harga terjangkau berarti tugas penyelenggara negara ini telah gagal.

Sangat tidak menarik bagi saya ketika pejabat-pejabat publik kita memaparkan dalih ini dan itu sehingga dengan sangat terpaksa pemerintah harus menaikkan harga BBM, padahal kita tahu kebocoran anggaran akibat korupsi di negara ini jumlahnya bukan main besarnya. Bahkan seorang Begawan Ekonomi kita dulu “Sumitro Joyohadikusumo” menyatakan kebocoran anggaran kita mencapai (kalau tidak salah kutip) 65% (tolong dibenarkan kalau ini salah). Jumlah yang sangat luar biasa besarnya. Coba kita berandai-andai, kalau separuh saja dari jumlah tersebut bisa tersalur ke sektor publik, misalnya untuk pembangunan prasarana dan sarana yang dibutuhkan orang banyak tentu kondisi negara ini akan jauh lebih baik dan tertata. Itu baru separuhnya, kalau saja 90% dari kebocoran tersebut bisa diatasi saya yakin bukan hal yang mustahil Indonesia akan menjadi macan asia.

Saya bukan tidak setuju subsidi dihapuskan, karena subsidi sendiri sebenarnya juga tidak sehat, tetapi kalau penghapusan subsidi ini bisa diimbangi dengan pemberatansan korupsi serta efisiensi diseluruh jajaran pemerintahan serta BUMN yang menangani hajat kebutuhan orang banyak, bukan hal yang mutahil penghapusan subsidi ini tidak akan menaikkan harga jual BBM.
Coba baca kutipan dibawah ini :

Perusahaan Asing Kaya, Indonesia Miskin Keuntungan Perusahaan Migas yang beroperasi di Indonesia, Exxon Mobil tahun 2007 sebesar US$ 40,6 milyar (Rp 373 trilyun) dari pendapatan US$ 114,9 milyar (RP 1.057 trilyun –CNN).

Bagi hasil migas sebesar 85:15 untuk pemerintah dan perusahaan asing baru dilakukan setelah dipotong “Cost Recovery” yang besarnya ditetapkan perusahaan asing. Jika tidak tersisa, Indonesia tidak dapat.

Di Blok Natuna setelah dipotong Cost Recovery Indonesia dapat 0 dan Exxon 100% (Kompas, 13 Oktober 2006) Transparansi International Indonesia menemukan biaya senang-senang main golf dimasukkan dalam Cost Recovery (DetikFinance.com)

Buat Pemerintah ayo sadari dong kesalahan ini, cepat ambil jalan supaya kesalahan ini tidak terjadi lagi.

Mestinya dengan kenaikan harga minyak bisa mensejahterakan rakyat bukan sebaliknya, karena kita sebagai negara penghasil minyak. Tapi di negeri ini sangat aneh luar biasa yang terjadi justru malah sebaliknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: