Melihat Kecelakaan Lalu Lintas Di Depan Mata

Pagi ini ketika saya berangkat kerja, mendapati kejadian kecelakaan lalu lintas mengenaskan sampai dua kali. Kecelakaan pertama terjadi di perempatan Pangkalan Jati Kalimalang, persis di depan mata saya. Penyebabnya karena kesalahan pengendara itu sendiri, menerobos lampu merah. Gampang dibayangkan, ketika salah satu pengendara menerobas lampu merah, sementara di sisi lain pengendara kurang sabar menunggu lampu hijau dan maju….gubraaaaaakkk….benturan keras pun terjadi dan pengendara terpental dari motornya. Keduanya sama2 terkapar, sama2 cidera itu sudah pasti karena suara benturannya cukup keras. Pengendara Suzuki Shogun yang ketabrak kelihatannya tidak begitu serius cideranya, sementara pengendara motor yang satunya (motornya saya tidak tahu, yg jelas bebek) karena mental dan terpelanting cukup keras, sepertinya cidera cukup serius.

Kecelakaan kedua terjadi tidak jauh dari situ, kira2 hanya berjarak sekitar 300an meter, melibatkan pengendara motor Honda Supra dan Honda Vario. Saya tidak melihat langsung kejadiannya, namun baru beberapa saat terjadi, Yang saya lihat salah satu pengendaranya tidak mampu bangun, dan sedang ditolong orang2 yang berada disekitar kejadian. Honda Vario garpu depannya sampai melesak ke belakang, menandakan benturan keras yang terjadi. Lalu lintas pun seketika macet karena orang2 pada berhenti menonton kejadian tersebut.

Mungkin kecelakaan seperti ini sering terjadi dan kebanyakan penyebabnya human error (baca kelalaian pengendara itu sendiri), entah menerobos lampu merah, mengambil jalur orang lain, memotong jalur orang dengan semena-mena, melawan arus dan masih banyak hal-hal bodoh yang sebenarnya bisa dihindari kalau kita mau sedikit lebih disiplin. Jarang sekali kecelakaan yang disebabkan oleh mal fungsi dari kendaraan semisal rem blong, ban meletus atau rantai putus.

Yang lebih memprihatinkan, para “preman jalanan” ini bukan hanya didominasi anak2 muda yang lagi doyan ngebut, justru bapak2 yang udah bangkotan bin karatan aja juga sangat jamak melakukan pelanggaran. Sebelum kecelakaan di Pangkalan Jati tadi, saaat saya sedang menunggu lampu hijau menyala, seorang bapak2 bangkotan berusaha menerobos lampu merah, padahal saat itu pengendara dari sisi kiri yang mau lurus ke arah pondok bambu sedang ramai, meskipun bisa lolos tanpa insiden, tetapi perbuatan ini mencerminkan betapa bobroknya mental para pengendara sepeda motor di ibukota ini.

Lalu apakah kita akan tetap meneruskan mental sontoloyo seperti ini, ingat di rumah kita masih ditunggu oleh keluarga kita, orang-orang yang mencintai kita, berusahalah berkendara di jalan dengan lebih tertib untuk menghindari kecelakaan lalu lintas yang sebenarnya bisa kita cegah. Terakhir berdoalah memohon keselamatan, karena menurut pengalaman pribadi saya, dengan berdoa otomatis akan membuat kita lebih sadar dan berhati2 serta waspada selama melakukan perjalanan.

BBM NAIK!!!!

Naik sudah harga BBM di rekiblik indo:
Bensin Premium dari Rp. 4.500,-/liter menjadi Rp. 6.000,-/ liter
Solar dari Rp. 4.300,-/liter menjadi Rp. 5.500,-/liter
Minyak tanah dari Rp. 2.000,-/liter menjadi Rp. 2.500,-/liter

Kenaikan ini disampaikan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, tgl 23 Mei 2008 pukul 21.30 dan berlaku efektif pukul 00.00 tanggal 24 Mei 2008. Keputusan ini diambil oleh Presiden saat melaksanakan rapat finalisasi penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta. Dengan demikian terjawab sudah berapa kenaikan masing-masing harga BBM tersebut. Rata2 kenaikan sebesar 28,7%. Bensin premium mengalami kenaikan tertinggi sebesar 33,33% solar 27,91% dan minyak tanah 25%

Kontan malam itu stasiun pompa bensin diserbu masyarakat yang ingin mendapatkan bbm dengan harga lama sebelum mengalami kenaikan. Selain serbuan masyarakat ke pom bensin, terjadi pula demo menentang kenaikan harga bbm, terutama dari para mahasiswa. Rata2 berakhir ricuh.

Kenaikan ini mengundang banyak pro dan kontra tetapi lebih banyak kontra dibanding yang pro. Dari kalangan akademisi maupun kaum terpelajar pun terpecah pendapat, masing-masing dengan argumentasinya. Bagi masyarakat umum mereka jelas menolaknya, alasannya sederhana saja, kebanyakan masyarakat tidak mau pusing-pusing menghitung berbagai komponen dan latar belakang yang dipakai alasan untuk menaikkan harga BBM. Bagi mereka yang penting adalah mereka mampu memenuhi semua kebutuhan hidupnya dengan harga2 yang terjangkau termasuk untuk mendapatkan BBM. Kalau masyarakat dimiskinkan oleh kenaikan harga BBM ini karena tidak mampu lagi bisa memenuhi dan mendapatkan kebutuhannya dengan layak dan harga terjangkau berarti tugas penyelenggara negara ini telah gagal.

Sangat tidak menarik bagi saya ketika pejabat-pejabat publik kita memaparkan dalih ini dan itu sehingga dengan sangat terpaksa pemerintah harus menaikkan harga BBM, padahal kita tahu kebocoran anggaran akibat korupsi di negara ini jumlahnya bukan main besarnya. Bahkan seorang Begawan Ekonomi kita dulu “Sumitro Joyohadikusumo” menyatakan kebocoran anggaran kita mencapai (kalau tidak salah kutip) 65% (tolong dibenarkan kalau ini salah). Jumlah yang sangat luar biasa besarnya. Coba kita berandai-andai, kalau separuh saja dari jumlah tersebut bisa tersalur ke sektor publik, misalnya untuk pembangunan prasarana dan sarana yang dibutuhkan orang banyak tentu kondisi negara ini akan jauh lebih baik dan tertata. Itu baru separuhnya, kalau saja 90% dari kebocoran tersebut bisa diatasi saya yakin bukan hal yang mustahil Indonesia akan menjadi macan asia.

Saya bukan tidak setuju subsidi dihapuskan, karena subsidi sendiri sebenarnya juga tidak sehat, tetapi kalau penghapusan subsidi ini bisa diimbangi dengan pemberatansan korupsi serta efisiensi diseluruh jajaran pemerintahan serta BUMN yang menangani hajat kebutuhan orang banyak, bukan hal yang mutahil penghapusan subsidi ini tidak akan menaikkan harga jual BBM.
Coba baca kutipan dibawah ini :

Perusahaan Asing Kaya, Indonesia Miskin Keuntungan Perusahaan Migas yang beroperasi di Indonesia, Exxon Mobil tahun 2007 sebesar US$ 40,6 milyar (Rp 373 trilyun) dari pendapatan US$ 114,9 milyar (RP 1.057 trilyun –CNN).

Bagi hasil migas sebesar 85:15 untuk pemerintah dan perusahaan asing baru dilakukan setelah dipotong “Cost Recovery” yang besarnya ditetapkan perusahaan asing. Jika tidak tersisa, Indonesia tidak dapat.

Di Blok Natuna setelah dipotong Cost Recovery Indonesia dapat 0 dan Exxon 100% (Kompas, 13 Oktober 2006) Transparansi International Indonesia menemukan biaya senang-senang main golf dimasukkan dalam Cost Recovery (DetikFinance.com)

Buat Pemerintah ayo sadari dong kesalahan ini, cepat ambil jalan supaya kesalahan ini tidak terjadi lagi.

Mestinya dengan kenaikan harga minyak bisa mensejahterakan rakyat bukan sebaliknya, karena kita sebagai negara penghasil minyak. Tapi di negeri ini sangat aneh luar biasa yang terjadi justru malah sebaliknya.

BBM NAIK, APA INI PERLU????

Bentar lagi BBM naik, tinggal menghitung beberapa hari ke depan. Berbagai demo marak menentang kenaikan ini. Kebanyakan berakhir ricuh.

Sebagai kompensasi kenaikan ini pemerintah memberikan bantuan tunai langsung (BTL). Namun apakah ini efektif? BTL ini diberikan sebagai kompensasi subsidi yang tadinya diperoleh kalau kita membli BBM. Dengan BTL kompensasi ini diibaratkan bantuan diberikan langsung dalam bentuk tunai ditujukan kepada orang-orang yang dipandang pantas mendapatkannya. Namun apakah kebutuhan kita hanya membeli BBM saja? Tentu saja tidak.

Marilah sekali lagi kita berpikir dengan logika orang terbodoh sekalipun. Sebelum harga BBM naik, semua harga sudah nyolong start naik duluan. Dengan kenaikan ini otomatis biaya yang dikeluarkan setiap hari/bulan menjadi lebih besar dari sebelum adanya kenaikan harga2. Sementara itu penghasilan yang diperoleh tetap seperti biasanya. Artinya penghasilan real menjadi lebih kecil. Kalau yang tadinya bisa beli beras 5 kg, sekarang hanya bisa membeli beras 3,5 kg saja. Artinya tingkat kesejahteraan secara nyata juga ikut turun. Jangankan untuk kebutuhan sekunder, untuk memenuhi kebutuhan primer saja, banyak orang ngos2an untuk bisa memenuhinya, apalagi memikirkan kebutuhan sekunder dan komplementer.

Pemerintah mencanangkan kenaikan BBM untuk premium 30% sedangkan solar 20% CMIIW…Apa kenaikan ini tidak kegedean? Kita memang tidak pernah tahu dengan pasti minyak bumi yang kita hasilkan ini lari kemana, mekanisme penentuan harganya dan distribusi dari pendapatan yang diperoleh ini untuk apa saja. Sayang kan, kalau kenaikan dari harga ini hanya akan dikorupsi dan lagi lagi hanya akan menguntungkan segelintir orang yang bermoral rendah.

Dalam keadaan perekonomian yang serba sulit begini, sangatlah riskan mempertaruhkan kenaikan BBM ini tanpa memperhitungkan biaya2 sosial yang sangat mahal yang mungkin terjadi. Meskipun ada BTL, saya pikir ini tidaklah cukup. Ingat BTL banyak ditentang oleh para pemerintah daerah, karena selain tidak mendidik, pelaksanaanya juga rawan dan sempat menelan korban jiwa.

Tarif IM3 Terbaru

Bro bro semua, udah beberapa hari ini saya sempet curious karena menghubungi sesama no IM3 yang tadinya sulitnya minta ampun tujuh turunan, ladalah udah beberapa hari ini kok begitu mudah, bahkan dengan sekali melakukan panggilan langsung tersambung, hopo hora huebat. Tapi nanti dulu…ada apa ini, pasti ga akan ada api kalau tidak ada asap weks…kebalik ya..tidak mungkin tidak ada asap kalau tidak ada apinya.

Iseng-iseng setelah melakukan panggilan dan cuap2 sekitar 6 menitan saya melakukan pengecekan pulsa, lho….kok pulsa saya berkurang sekitar Rp 2.500 (taksiran saya, soalnya credit pulsa sebelumnya, sebelum saya melakukan panggilan saya lupa persisnya, hanya inget pecahan ribuannya saja). Saya melakukan panggilan sekitar jam 20:00. Saya jadi berpikir apa tarif nya sudah berubah ya, maklum pihak operator IM3 sudah beberapa kali melakukan perubahan tarif seiring pertarungannya dengan pihak XL.

Karena penasaran saya coba ngintip “dapurnya” IM3 di lapak sini . Walah….jebulnya…eh ternyata, memang dugaan saya kok ndak keliru, tarif IM3 sudah mengalami perkembangan perubahan. Semprul dulkenyut, kok saya ndak ngeh babarblas (sama sekali), perasaan beberapa hari lalu masih ada tayangan iklan nelpon sepuwasssssnya cuma 240 perak.

Jadi begeenee sodara-sodara, penggolongan tarif IM3 semakin rumit saja, lha kalau makin rumit dan orang tambah ndak ngerti berarti tarif itu makin bagus kan 😛 jadi orang mau ngecek berapa seharusnya yang harus dibayar jadi malas gara2 lihat skema tarifnya dah bikin mumet duluan :D.

Untuk kali ini berbahagilah wahai kaum pelanggan IM3 di belahan dada luar pulau Jawa, karena pihak IM3 mengeluarkan tarif khusus buat kalian2 semua dengan tarif yang ndak mangsuk ngakal murahnya (asal teleponnya ga susah aja yee). Dan tarif ini jelas tidak berlaku bagi pelanggan IM3 di Pulau Jawa yang dibanderol lebih mahal. Coba kita lihat skemanya bersama :

* Tarif ini berlaku mulai 1 Mei 2008

Coba perhatikan, pelanggaran pelanggan IM3 diluar pulau Jawa untuk panggilan sesama Indosat dikenakan tarif Rp. 4,-/detik untuk 22 detik pertama selanjutnya terserah anda baru kena tarif Rp 0,0000….01,- sampai pembicaraan berakhir. Tarif ini berlaku dari pukul 23:00 – 10:59.

Sementara untuk pelanggan IM3 di Pulau Jawa untuk panggilan sesama Indosat dikenakan tarif Rp. 15,-/detik untuk 90 detik pertama, selanjutnya baru kena tarif Rp. 0,000000….01,- sampai pembicaraan berakhir. Tarif ini berlaku pukul 11:00 – 16:59.

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa Pelanggan IM3 di luar pulau Jawa mendapatkan tarif yang lebih murah dibandingkan dengan pelanggan IM3 di pulau Jawa dan waktu perberlakuan tarif promo inipun durasinya lebih banyak untuk pelanggan di luar pulau Jawa yang mencapai 12 jam, sedangkan untuk pelanggan IM3 pulau jawa hanya mendapatkan jatah waktu selama 6 jam saja.

Diluar jam tersebut untuk seluruh pelanggan di wilayah Indonesia berlaku tarif Rp.15,-/dtk untuk 90 detik pertama selanjutnya berlaku tarif Rp. 0,0000…01,- sampai dengan menit ke 10, setelah itu skema tarif ini berulang kembali.

Jadi kesimpulannya, kalau mau melakukan panggilan dengan dalih penghematan carilah waktu dengan tarif murah, tempelkan jam tarif murah tersebut di jidat anda kalau perlu supaya anda tidak lupa. Tapi kalau anda sulit tersambung pada saat2 jam tersebut jangan makan ati, maklum semakin murah semakin banyak peminat, kalau perlu orang kan suka nyari yang gratis sekalian 😛

Tetapi kalau mau melakukan panggilan dengan mudah silakan telpon di luar waktu tarif murah, dijamin panggilan anda akan maaaknyoooooossssss langsung nyambung. Beda2 dikit tarifnya sama tarif murahnya dan anda mendapat bonus predikat ngga suka murahan setidaknya lebih tinggi dikitlah levelnya di banding para kaum pra sejahtera yang maunya ngirit-ngirit terus seperti saya ini wakakakakaka.

PS. untuk panggilan ke operator lain tidak perlulah saya bahas, karena anda semua pastilah sudah jauh lebih pintar daripada saya, nanti kalau saya bahas juga ibaratnya menggarami laut.

Perilaku Biker Ibukota

Akhirnya setelah 2 minggu penuh ngga bisa berkutik dan hanya sesekali melongok beberapa blog teman2 yang biasa saya kunjungi akhirnya sabtu ini bisa posting, meski ngga penting hehehehe.

Posting weekend ini saya buat atas dasar keprihatinan terhadap perilaku berkendara khususnya pengendara sepeda motor. Meski saya saya juga pengendara roda dua belum genap setahun (sebelumnya saya bertahan pakai roda empat sampai akhirnya stress dengan kemacetan yang semakin menjadi dan memaksa saya beralih ke kendaraan roda dua) namun tidak menahan saya untuk membuat kritikan terhadap perilaku sebagian besar pengendara ini, termasuk saya sendiri tentunya hehehehe.

Kalau kita amati keseharian di jalanan ibukota ini, dominasi kendaraan roda di jalanan semakin terasa. Mungkin ini dikarenakan beberapa hal, yang pertama pastilah soal efisiensi waktu di jalanan, karena dengan menggunakan moda angkutan ini kecepatan akses dari satu titik ke titik lain menjadi lebih singkat. Kalau tetap bertahan dengan moda angkutan mobil dengan kemacetan yang semakin parah akhir2 ini maka waktu yang terbuang dijalanan semakin banyak, stress meningkat dan pemborosan bahan bakar pastinya. Ini setidaknya yang saya rasakan waktu masih mengendarai mobil.

Kedua, faktor kredit mendorong sebagian orang meninggalkan angkutan umum dan beralih untuk mengambil sepeda motor sebagai sarana transportasinya, dengan perhitungan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan bakar serta perawatan sepeda motor kalau dihitung2 lebih kecil daripada pengeluaran untuk naik angkutan umum.

Ketiga, bisa jadi bahwa naik sepeda motor meningkatkan gengsi seseorang, dari yang tadinya ga punya properti berupa kendaraan sekarang jadi punya, atau yang tadinya naik mobil kemudian membeli motor kelas hi end untuk ngantor juga menjadi prestige sendiri.

Namun dengan semakin banyaknya pengendara motor di jalanan, menimbulkan dampak sampingan yang beragam. Di sini yang saya sorot adalah dampak negatifnya saja. Dampak negatif itu yang paling menonjol adalah perilaku berkendara yang memprihatinkan. Apa sebab dari perilaku yang memprihatinkan ini? Yang paling utama adalah bahwa edukasi tentang berperilaku di jalanan menggunakan kendaraan bermotor belum ada, Kenapa saya bilang belum ada? Siapakah yang tahu bahwa SIM yang didapatkan pengendara kendaraan bermotor diperoleh dengan menempuh jalur resmi??? ada separuh, seperempatnya atau kah kurang dari itu? Padahal memperoleh SIM dengan cara yang resmi merupakan sebuah bentuk edukasi awal membentuk perilaku berkendara yang baik. Namun sayangnya itu tidak banyak disadari sebagian besar kita. Saya sendiripun tidak bis sepenuhnya menyalahkan masyarakat yang ingin memperoleh SIM dengan cara pintas langsung jadi, karena tidak mungkin kalau kesempatan itu tidak terbuka dan dilakukan oleh oknum2 petugas samsat.

Berikutnya, berapa banyak lembaga yang meyelenggarakan pendidikan/kursus/workshop tentang safety riding, dan berapa banyakkah animo masyarakat yang ingin mengikutinya? Saya yakin hanya sebagian kecil saja yang berminat. Jangankan yang berbayar, yang diberikan secara gratis saja banyak yang nggak berminat apalagi mesti pakek bayar segala kekekekeke Umumnya orang tidak merasa itu penting, mengendarai kendaraan bermotor dijalanan akan bisa dipelajari dengan sendirinya ketika berada di jalanan. Merasa bahwa mereka sudah bisa, sudah pinter, sudah tahu seluk beluk peraturan, sudah punya kendaraan yang mau dikendarai titik habis perkara. Tapi semudah itukah?

Coba kita amati saja (di sini kita membahas tentang pengendara roda dua) bagaimana perilaku pengendara roda dua khususnya di ibukota ini? saling sodok, berjalan melawan arus, naik trotoar yang dikhususkan buat pejalan kaki, menerobos lalu lintas adalah pemandangan yang sangat biasa dan sering kita temui. Tidak jarang kejadian senggolan sampai kecelakaan fatal, akibat saling serobot, pepet dan mengambil jalur orang secara sembarangan. Kalau sudah begitu paling2 terjadi keributan, masih mending kalau cuma ribut sesaat, kalau sampai fatal atau bahkan membawa korban jiwa gimana?

Hal-hal kecil tetapi penting juga sering diabaikan, contohnya kaca spion. Meski kelihatannya sepele, namun benda ini dipasang bukan tidak ada gunanya, tetapi justru penting. Banyak yang mengganti kaca spion standart dengan kaca spion super mungil, atau model tekuan yang bisa disembunyikan di bawah stang motor dengan alasan kaca spion standar bikin motor ga gaul. Lantas apa gunanya kaca spion ini kalau begitu? Bukankah kaca spion dipasang untuk memudahkan pengendara memantau situasi di belakang sehingga bisa melakukan manuver yang aman, misalnya pindah jalur atau mendahului kendaraan di depan.

Sering kita lihat para pengendara motor berpindah jalur tanpa mengindahkan situasi di belakangnya, keluar dari kerumunan kemacetan tanpa melihat dan peduli bahwa di belakang juga ada pengendara lain yang sedang melaju dan jaraknya sangat dekat. Tabrak belakang bukan hal yang mustahil.

Coba pengendara motor itu disuruh belajar nyetir mobil terus mobilnya spionnya dicopot, kira-kira gelagapan ngga membawa mobil tanpa kaca spion? Ibaratnya jadi seperti “Si Buta dari Goa hantu” kan. Sebenarnya ada tip yang sangat sederhana bagi pengendara motor dalam memanfaatkan kaca spion tapi dibutuhkan disiplin dan jadikan sebagai kebiasaan. Kalau mau melihat kaca spion tidak perlu menoleh ke arah kaca spion, tetapi cukup kita meliriknya sesekali sehingga tidak mengganggu konsentrasi kita terhadap situasi jalanan di depan kita. Tips ini saya praktekkan dari cara melirik spion di mobil dan ini sangat efektif sekali.

Dari beberapa uraian saya di atas, saya berharap bahwa kesadaran para pengguna/pemakai/pengendara kendaraan bermotor di jalanan semakin meningkat sehingga perilaku memprihatinkan yang selama ini masih sangat tinggi sedikit sedikit bisa kurangi, sehingga membawa manfaat banyak orang dengan menekan angka kecelakaan. Semoga.

ORANG NGEBLOG/BACA BLOG = ORANG BODOH????

Jangan buru2 menghakimi saya soal judul di atas, suwer saya ndak sedikitpun berniat menghina dan melecehkan para blogger maupun para pembaca blog atau khusunya yang sering nyamfah sana sini. Tapi kenapa judulnya begitu propokatip???

Tunggu ya…kalau situ menganalogikan, ndak mungkin to saya bilang begitu, lha wong saya sendiri suka eh ga ding cuma kadang2 nulis blog hihihi, suka nyamfah sana sini, berarti saya mencela dan menghina diri saya sendiri dong.

Judul di atas semata-mata saya bikin setelah saya lihat YouTube tentang tayangan seorang pentolan grup musik kesohor di negeri ini. Pengen tau apa yang dia bilang??? neeh denger aja ndiri di sini http://www.youtube.com/watch?v=iogp12mm-Io.

Dah denger kan gimana dia berpendapat tentang Blogger dan pembaca blog. Sebenarnya saya males ngomentari kentut omongan dari silit mulut dia. Tapi selama ini gw emang ga suka dengan sikap2 arogan dia yang sok paling segalanya terutama di dunia musik. Ga deny sih dia memang punya kapasitas untuk itu, tapi kalau sikapnya arogan dalam segala hal, gimana kita bisa simpati???

Hehehehe para seleb blog mau komen apa neeh, kalau saya sih biarin aja, justru dari situ kita tau siapa sih sebenarnya yang bodoh dan tolol. Mbuh ah, kowe arep ngentut opo ngomong sami mawon mas.

Indosat IM3, Kenapa Bisa Begini Sih????

Semalam sehabis melakukan panggilan telepon ke sesama nomor IM3 dengan durasi 30 menit, saya bermaksud melakukan panggilan lagi ke nomor IM3 yang lain. Namun alangkah kagetnya saya ketika mendapati tanggapan SUARA NAN MERDU PEREMPUAN dari seberang sana “DANA ANDA TIDAK MENCUKUPI UNTUK MELAKUKAN PANGGILAN KE NOMOR INI” *$*%^#)_$)%)%*)&%&0% kontan saya kaget dan ngga percaya ketika saya cek, pulsa saya NOL BULAT, masa 2 hari sebelumnya saya habis mengisi pulsa sebesar Rp. 100.000,- dan saya baru memakai sedikit, bagaimana mungkin bisa pulsa saya bisa nol.

Geregetan saya coba hubungi operator, tapi saya bertambah jengkel karena nomor tersebut sibuk terus, meski berpuluh kali saya coba terus menghubungi. Huuuhhh….sial bener nasib saya malam ini.

Pagi ini masih membawa hati yang gondok, saya coba hubungi CSO Indosat IM3 dan berhasil, dari seberang sana terdengar “Indosat IM3, Selamat pagi, dengan Ega bisa dibantu….??” denger suaranya yang mesum menggairahkan merdu emosi saya agak mereda, dan dengan ramah Mbak Ega ini menanggapi keluhan saya, kemudian setelah disuruh menunggu beberapa saat Mbak Ega ini ngasih state begini “Terima kasih sudah menunggu, betul setelah kami melakukan pengecekan, dari durasi percakapan telepon Bapak yang terakhir, kami telah melakukan kesalahan pemotongan pulsa, dan pulsa Bapak akan dikembalikan dalam jangka waktu kerja 7 hari tidak termasuk hari Minggu”.

Whuaaaaaaaaaa 7 hari baru dikembalikan????? kenapa ngga sekarang aja langsung dikembalikan???? si mbak itu menjelaskan perlu waktu pengecekan selama 7 hari untuk bla bla bla bla……whatever lah.

Aneh ya, udah tahu durasi percakapan berapa dan terjadi kesalahan pemotongan pulsa, kenapa harus ada 7 hari untuk pembetulan kesalahan dan pengembalian pulsa saya hicks….bener-bener hal aneh bin ajaib. Mending si mbak itu bilang aja gini aja
“Demi kenyamanan pihak kami, sebaiknya Bapak segera mengisi pulsa kembali, lebih sering lebih baik dan pulsa dengan nominal besar sangat kami anjurkan” wakakakakakakakaaka

Walah…walah… Indosat, ngadain program promo tarif murah tapi kalau mau telepon kok jadi susah, udah susah telepon, motong pulsanya juga masih salah, mbok ya beresin dulu tu komputernya yang rada bego itu, tambahi kapasitas load per BTS biar telponnya ga susah, mestinya kan dengan adanya promo murah harus sudah antisipasi kalau terjadi lonjakan traffic yang tajam. Murah sih murah, tapi kalau susah kan tetep aja jadi ngga nyaman dan nyebelin.