Kenaikan BBM, Globalisasi, Resesi dan Ancaman Kehancuran Perekonomian Dunia

Posting ini murni keluar dari kepala yang ndak pinter tapi sok keminter, sok teu, sok merasa ahli dan merasa bisa, tapi ndak apa2 anggap saja ini hanya suatu keluh kesah. Bagi yang merasa tau dan lebih pinter dan lebih mengerti daripada saya, ya silahkan dikritik, dibetulkan, diperbaiki kalau mau, lha wong memang ini hanya sekedar hipotesa dan analisis ngawur saya maklum saya nggak ngerti teori2 yang sering dilontarkan para ahli. Saya hanya seorang yang lagi kurang kerjaan sehingga terciptalah tulisan ini.

Malam ini saya baca berita di running text Metro TV  tentang demo kenaikan harga BBM di kawasan Eropa yaitu di Inggris, Perancis, Belanda dan Spanyol.

Ternyata kenaikan harga BBM dan demo kenaikan harga BBM tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Sebelumnya di Amerika Serikat dan beberapa negara telah menaikkan harga BBM juga. Gejala kenaikan harga BBM ini ternyata telah mengglobal, maklum dalam perdagangan minyak mentah dunia pun mengalami kenaikan yang sungguh mencengangkan. Mencengangkan yang menakutkan maksudnya, menembus angka2 psykologis yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.

Saat ini harga minyak mentah dunia berada di kisaran US $ 130.00/barrel. Para ahli dan pengamat pun menyatakan bahwa harga ini akan terus naik hingga US $ 150.00/barrel bahkan tidak tertutup kemungkinan akan mencapai US $ 180.00/barrel atau US $ 200.00/barrel.

Apa yang menyebabkan harga minyak bisa melambung sangat tinggi dalam jangka waktu yang relatif sangat singkat ini? berbagai analisa coba dicetuskan para ahli, tetapi secara singkat bisa disimpulkan karena dunia mengalami krisis minyak dimana pertumbuhan tingkat konsumsi lebih besar daripada kenaikan tingkat produksi atau dengan kata lain bisa dibilang besar pasak daripada tiang.

Namun saya sangsi bahwa kenaikan ini hanya disebabkan faktor tersebut di atas. Meski saya tidak memiliki data2 tentang itu, namun saya menduga banyak faktor diluar ketimpangan tingkat konsumsi dan produksi minyak dunia. Pastilah ada unsur2 lain yang berusaha memancing di air keruh, namun saya belum bisa memastikan siapa yang terlibat di sini. Sekali lagi saya tidak memiliki data tentang itu dan sayapun bukan seorang ahli yang bisa membuat analisa yang tepat. Semua ini hanya berdasarkan hipotesa sederhana saya saja.

Masih ingat ketika tahun 1997 terjadi pemanasan ekonomi (economic heating) yang melanda negara2 kawasan Asia Pasifik akibat ulah pemodal sinting nomor wahid di dunia, yang dananya ditaksir berkali-kali lipat dari gabungan anggaran belanja beberapa negara kawasan asia psifik. Pada waktu itu negara2 kawasan asia pasifik ekonominya bertumbangan dan krisis yang berkepanjangan, bahkan sampai saat inipun Indonesia belum mampu sepenuhnya keluar dari krisis ekonomi tersebut. Tidaklah perlu saya sebutkan di sini siapa gerangan orangnya, karena kita semua sudah mafhum siapa dalangnya. Apakah kali ini permainan kotor itu kembali dijalankan lagi untuk mengobok-obok perekonomian global? Entahlah.

Saya hanya tidak habis pikir dan mengerti apa sih motivasinya? Dengan cara berpikir saya yang sangat sederhana dan simpel ini, untuk apa orang yang telah memiliki sumber daya sedemikian besarnya, yang kalau dimakan seratus turunanpun tidak akan habis, mengapa masih bernafsu mengobok-ngobok perekonomian global. Bukankah kehancuran ekonomi global ini akan menyengsarakan berjuta atau malah bermilyar-milyar umat manusia di bumi ini? Sungguh saya heran dan tidak akan pernah mengerti sampai kapanpun bila ada manusia yang memiliki nafsu, ketamakan dan kerakusan yang sedemikian mengerikan.

Dunia barat tadinya begitu mengagung-agungkan liberalisasi di segala bidang kehidupan manusia di bumi ini. Mereka berpikir dengan liberalisasi akan memberikan kemajuan dan kemakmuran yang lebih baik, namun kenyataannya sungguh banyak sekali ketimpangan dan korban-korban berjatuhan akibat liberalisasi ini. Yang justru terjadi adalah eksploitasi besar-besaran dari si pemilik sumber daya kepada orang yang tidak memiliki sumber daya, penguasaan si kuat terhadap si lemah. Contoh, banyak sekali pemilik perusahaan yang menggaji buruh dengan sangat tidak layak, sementara pemilik perusahaan menikmati keuntungan yang luar biasa besar. Itu baru satu contoh, masih banyak sekali contoh2 yang bisa kita dapati dalam kehidupan kita.

Di era globalisasi ini, di mana batas-batas teritori tradisional sebuah negara yang tadinya tertutup rapat sekarang menjadi sedemikian kabur, dan harus dibuka selebar-lebarnya. Mengalir deraslah segala macam dari perdagangan, telekomunikasi dan informasi, investasi, dan kebudayaan. Seluruh aspek kehidupan harus membuka diri terhadap setan yang bernama globalisasi ini.

Namun kita lupa bahwa globalisasi tidak serta merta membuat semua jadi lebih baik daripada sebelumnya. Kita harus ingat bahwa untuk mencapai suatu kesetimbangan yang baru yang diidam-idamkan oleh para penggagas globalisasi ini perlu banyak sarat yang tidak bisa diabaikan, dan rata-rata sarat tersebut tidaklah mudah kalau tidak mau dikatakan sangat berat.

Mungkin mudah saja kalau di seluruh dunia ini semua negara mempunyai tingkat kemakmuran yang setara, tingkat penguasaan ilmu dan teknologi yang tidak jauh berbeda, sumber daya yang merata. Dengan kondisi demikian boleh dikatakan dunia sudah mempunyai kesetimbangan yang baik yang dengan mudah bisa diterapkan globalisasi dan mencapai kesetimbangan baru.

Realitanya, saat ini kesetimbangan tersebut sangat jauh dari harapan, dan ketika globalisasi itu bak air bah datang mendera, terlalu banyak yang harus dipertaruhkan, terlalu mahal biaya-biaya ekonomi dan biaya-biaya sosial yang harus ditanggung. Yang terjadi bukan kemakmuran tetapi justru kemiskinan dan kemelaratan. Yang diuntungkan dalam hal ini hanya si pemilik sumber daya saja, sedangkan yang tidak hanya menjadi korban saja.

kembali ke masalah demo kenaikan harga BBM yang terjadi di kawasan Eropa. Kita semua tahu bahwa Inggris, perancis, Belanda dan Spanyol adalah negara yang memiliki tingkat kemakmuran yang tinggi. Kenapa dengan kenaikan harga BBM ini masih bisa terjadi demo? Ataukah sekarang ini resesi yang mendunia ini sudah mulai juga dirasakan oleh mereka? Sepertinya sih begitu. Lihatlah yang terjadi Amerika yang sekarang juga mengalami resesi dan trend konjungtur menurun. Banyak PHK, banyak pemotongan anggaran dan kenaikan pajak progesif yang semakin menambah berat beban masyarakat di sana.

Akankah para pemimpin2, para ahli, para pemikir, para perumus dan para-para yang lain di dunia ini sadar telah terjadi kesalahan yang sedmikian parah sehingga mau tidak mau harus dirumuskan suatu tatanan baru yang lebih berpihak kepada seluruh umat manusia tidak hanya kepada segelintir pemilik modal saja? Bagi saya membayangkan itu saja rasanya sudah mengerikan, tetapi terlalu sulit atau bahkan kita tidak mengkin menghindarinya karena kita semua merupakan bagian dari seluruh sistem ini, sistem yang KONYOL.

Iklan

ARTIS SONTOLOYO !!!!

Pagi ini saya secara ga sengaja, waktu persiapan mau berangkat kerja, saya melihat inpotenmen, acara yang sebenarnya acara urutan terakhir yg saya tonton. Tapi jam2 saya bersiap berangkat emang didominasi berita para saleb seleb.

Saat itu pas berita tentang artis Nadia Vega. Bukan saya tertarik lihat artisnya, tetapi beritanya yang bikin hati jadi gondok. Bayangkan di saat rakyat sedang kesusahan karena kenaikan harga BBM, di saat harga2 barang kebutuhan pokok melambung, disaat biaya pendidikan makin mencekik, eee ladalah ini artis malah pamer habis pulang jalan2 dari aussie. Dengan bangganya dia cerita, di sana dia bisa refreshing, bisa jalan2, bisa SHOPPING. Bahkan dengan tak kalah bangganya dia pamer oleh2 hasil shopping di aussie.

Waduh dul, mbok yo mikir, apa situ ga bisa melihat kondisi rakyat kebanyakan di sini yang sedang dilanda kepahitan hidup, lagi kesusahan, lagi mikir hari ini sembako apa yang bisa dibeli. Kok ya sontoloyo tenan situ malah pameran hal2 konyol. Mana sih rasa solidaroitas situ? Saya tahu situ termangsuk kalangan “The Have” yang duitnya tinggal gunting, tapi mbok ya di tengah situasi begini ngerem dikit lah, ngga pamer hal2 yang bisa menimbulkan rasa kecemburuan sosial. Ngga mau kan situ dibilang goblog bin sombong atau artis sontoloyo???

**Ngelus dada***

AHMAD DANI CUMA SEORANG PLAGIATOR!!!!!!

Sebenarnya dari dulu saya nggak suka sama AD, ngga suka terhadap “personal” AD (yang jelas di sini gw ad hominem wakakakaka) atas sikap2 arogannya, sikap tidak dewasanya, dan sebagai public figure suka tidak menjaga ucapan maupun statement2nya. Padahal Public figure seharusnya bisa jadi contoh dan panutan banyak orang. Belum lama juga saya sempet posting yang berhubungan dengan itu dari statement-nya tentang internet, blog dan blogerian yang bener-bener nunjukin tengkoraknya yang kopong itu.

Sebelumnya sih, saya masih suka mendengarkan lagu2 “ciptaan” dia meskipun secara samar-samar saya merasa beberapa lagunya sepertinya mirip2 lagu2 barat semisal Queen, Toto. Sampai suatu saat saya benar-benar terhenyak setelah membaca postingan Bro Yanuar di MP di sini Ada lagi link yang lain yang menyoroti kebusukan AD di sini
Suer saya bener-bener kaget, ternyata apa yang selama ini samar-samar buat saya, kali ini saya menemukan jawabnya bahwa AD ternyata tak lebih hanyalah seorang plagiator seni. Selama bertahun-tahun kebanyakan lagunya hanyalah hasil seni jahit menjahit/merangkai dari lagu orang yang dicolongnya. Sungguh sangat memalukan.

Memalukan mengingat selama ini dia selalu omong besar, selalu arogan, selalu membuat sensasi yang over acting. Tapi kenyataannya otaknya kopong. Dia memang hebat, hebat nyolong dan kemudian merangkai hasil colongannya itu menjadi satu lagu utuh. peduli setan apa kata orang, yang penting albumnya laris manis dan menghasilkan uang.

Mungkin wajar ya kalau sebuah group band pertama-tama terpengaruh atau katakanlah sedikit menjiplak lagu band lain karena memang mereka mengidolakan dan terinspirasi oleh lagu2 band tersebut. Tapi kalau kebiasaan itu terus berlanjut sampai puluhan tahun seperti yang terjadi pada AD apa ini namanya bukanseorang plagiator? AD ga usah ngomong besar contoh aja band-band lain yang ada di negeri ini dari yang awalnya terpengaruh/menjiplak lagu band lain tetapi mereka sanggup memperbaiki diri dan menemukan identitas mereka. Jadi jangan mulut aja yang digedein, buktikan bahwa mulut loe sebanding dengan isi otak loe.

Lihat aja tread di postingan itu yang rata2 geram dan kesal, mencemooh dan mencibir. Atau memang AD ini pantas dicemooh, dicibir dan dilecehkan? Bisa jadi.

Sebenarnya saat saya bikin postingan ini, kerjaan saya sedang numpuk, sampai hampir seminggu lebih ini, WP saya terbengkelai. Tapi entah kenapa kali ini saya seperti harus menyempatkan diri dan menyediakan waktu khusus untuk menulis kebusukan ini.

Buat AD, kalau saja semua pencinta musik Indo mendengar kelakuan loe ini apa kata dunia?? Barangkali dia bakalan bilang, orang ngeblog itu kan orang bodoh, jadi ngapain juga dengerin mereka…Waksss, jadi kita ini bodoh bin goblog ya wakakakakakaka

Multiply Totally Blocked

Wadoooooow….pagi ini saya mendapati kenyataan situs multiply bener2 udah di block sama ISP. Sempet kena block hari Senin dan Selasa sebelum akhirnya bisa dibuka kembali dengan lancar. Namun pagi ini bener2 udah ga bisa dibuka lagi.

Ya udah deh cari jalan lain, pakai web berbasis proxy kan masih bisa walaupun tidak secepat buka secara langsung ke situsnya. Ya ibarat orang jalan, yang tadinya lurus2 aja sekarang harus memutar lewat jalan yang lebih jauh, tentu saja jadi lebih lama.

Ngga nyangka kemarin baru aja posting tentang pemberitahuan salah satu provider tentang pemblokiran 7 situs internet, hari ini bener2 terjadi hicks…

Apapun alasannya dan terlebih untuk alasan yang dipakai kali ini pemblokiran ini bener2 SUCK dan saya menyatakan protes keras kepada Depkominfo, karena merugikan banyak pihak.

Lima situs Populer Terkena Banned

Pagi hari setelah nyampe kantor dan menghidupkan kompie, seperti biasa saya selalu membuka tiga halaman internet sekaligus, Yahoo mail, WordPress dan Multiply. Dari ketiga halaman itu hanya Multiply yang tidak mau terbuka.

Saya sedikit curiga terjadi sesuatu dengan situs ini. Kebetulan, seharian kemarin saya memang absent dari aktivitas ngenet, jadi hari ini saya bener2 blank ga tau apa yang terjadi. Berkali-kali saya coba refresh namun selalu gagal membuka halaman multiply. Akhirnya karena tersita kegiatan rutin saya melupakan sejenak ketidak beresan itu.

Siang sehabis makan siang, iseng saya coba buka Multiply lagi, ternyata bisa terbuka. Kemudian di situ saya temukan banyak sekali komplain dan tulisan2 yang memuat berita tentang pemblokiran situs termasuk Multiply. Lima situs yang terkena blokir adalah Youtube, MySpace, Metacafe, Rapidshare, Multiply, Liveleak dan Themoviefitna.com. Hanya saja saya tidak mengerti apa alasan pemerintah lewat ISP memblokir situs2 tersebut. Ada yang menyebutkan terkait dengan penayangan dan penyebaran informasi film Fitna. Tetapi saya sungguh tidak yakin bahwa pemblokiran ini hanya dilatar belakangi oleh penyiaran maupun penyebaran informasi tentang film Fitna yang sekarang sedang mendulang kontroversi itu. Saya justru yakin ada suatu konspirasi besar yang melebihi isu film Fitna itu sendiri (baca ada agenda politik yang sedang dilakukan pemerintah untuk menarik simpati rakyat).

Namun apapun konspirasi itu, tindakan pemblokiran ini sebuah tindakan yang ngawur, absurd dan sia-sia. Beberapa saat setelah terjadi pemblokiran telah muncul informasi cara-cara membuka situs yang diblokir tersebut, misalnya dengan webproxy. Sangat banyak link-link yang bisa dipakai untuk membuka situs yang diblokir tersebut. Kalau pengen tau ketik saja di google web based proxy maka dalam sekejab anda bisa menemukannya. Saya merasa senang bahwa ternyata pemblokiran ini masih bisa diatasi dan ini menunjukkan bahwa pihak pemerintah sebenarnya sangat gagap menanggapi perkembangan dunia internet, dan tindakan pemblokiran ini akhirnya sia-sia saja.

Saya punya saran untuk pemerintah, kenapa tidak memfokuskan perhatian serta pekerjaannya pada hal-hal yang jauh lebih penting, misalanya soal penanganan korupsi, perbaikan kesejahteraan rakyat dan pernaikan gizi masyarakat, penegakan hukum maupun bencana alam daripada sekedar mengurusi hal-hal kecil yang sebenarnya justru merugikan para pengguna internet dengan alasan-alasan yang sangat tidak masuk akal dan mengada-ada. Selalu saja menyikapi sebuah permasalahan dengan sikap panik, reaktif, parsial pada hal-hal yang seharusnya tidak ditempatkan pada hal-hal yang mendasar.

Prihatin banget deh……

Simpati Pede Tetap Termahal

Barusan saya banyak nerima pengaduan komplen (tepatnya sih dengerin aja) dari para pemakai Simpati Pede. Intinya mereka merasa telah ditipu oleh Telkomsel dengan cara yang licik dan baru sadar setelah mereka ngecek pulsa.

Ceritanya begini, ternyata mulai 1 April 2008 Telkomsel telah merevisi tarif mereka yang berhasil saya intip barusan di situsnya Telkomsel di bawah ini :

Dengan tarif simPATI PeDe Rp. 25/detik untuk 1 menit pertama dan Rp.0,5/detik untuk menit selanjutnya sampai dengan menit ke 5. skema tarif akan berulang di menit ke 6 dan seterusnya. Tarif Per Detik dengan Skema tarif berulang ini berlaku untuk panggilan ke seluruh pelanggan Telkomsel.
please cek di http://www.telkomsel.com/web/simpatipromo

Coba kita pelototi bersama tulisan Rp.0,5 per detik setelah 1 menit pertama s.d. menit ke-5, berulang untuk periode kelipatan yang sama”.

Dengan tarif yang baru ini berarti itung2annya menjadi (12xRp25x60)+(48xRp0,5×60) = Rp. 19.440,- (ingat dalam 1 jam dibagi 5 menit ada 12 periode selang seling jadi tarif mahalnya ada 12 menit dan tarif Rp. 0,5 ada 48 menit) Whuaaaaaaaaaa mahal brurrrrrr

Jadi bertanya-tanya, mana buktinya slogan iklan Simpati Pede dengan tag “Fleksibel Selalu Transparan” yang selalu gencar diyatangin di tipi-tipi lewat bintang iklannya Indra Bekti????????? kalau nurunin tarif aja gembar gembornya heboh banget giliran merubah tarif kok diem2 aja ya, sampai tiba2 para penggunanya merasa dibohongi dan pada jebol pulsanya karena ketidak tahuan mereka. Apakah dalam bisnis hal semacam ini etis??? Kenapa sampai kejadian konsumen merasa dibohongi, jadi slogan flesksibel dan selalu transaparan cuma slogan kosong melompong dong.

So para pengguna simpati pede, masih berniat tetap menggunakan kartu ini????

Tarif Terbaru IM3

Ting tong, nada sms terdengar dari hengpon saya, agak males2 an saya buka, sedikit terbelalak mata saya namun antusias itu melempem lagi dengan sendirinya. Isinya begini

INDOSAT 02/04/08 14:23

Nelpon cuma Rp. 480 Sampe Puas Bangeetss ke IM3, Mentari, Matrix dan StarOne se Indonesia pukul 23.00-10.59.Tarif 60 dtk pertama Rp.8/dtk lalu 0,0000000..1/detik

Itu isi sms persis plek saya tuliskan apa adanya, bahkan angka 0,000nya pun saya tuliskan sebanyak yang ada di sms kekekeke…

Saya ngga terlalu antusias menanggapi sms ini, dan saya pun ngga terlalu peduli tarifnya makin turun, sebab sedari pengalaman saya, semenjak IM3 (terang2an aja saya sebutkan brandnya biar operatornya baca blog ini) menurunkan tarif, nelpon bener-bener jadi acak kadut. Bukan main susahnya telepon sesama IM3. Cuma pagi aja saya bisa telepon dengan agak mudah. Tapi jangan senang dulu, meskipun telepon pagi agak mudah bukan berarti saya bisa tenang melakukan percakapan sambail berhaha hihi, baru 7 menit mati, telepon lagi 7 menit mati lagi, cuaaaapeeeee dueeeeehh….. Dulu pertama kali sih 30 menit baru mati, kemudian turun jadi 20 sudah mati, lah ini kok makin mengenaskan tiap 7 menit langsung mati.

Tapi heran deh kalau dipake buat nelpon ke operator lain masih mudah dan ga mati hidup kayak telepon ke sesama IM3.

Dari sini aja sudah ketauan dengan kasat mata belang dan akal busuknya operator, kenapa telepon kok jadi susah. Oke kalau pihak operator beralasan traffic lagi tinggi sehingga keberhasilan melakukan panggilan jadi drop atawa susah telepon. Tapi sampai kapan ini akan dibiarkan terus terjadi???? mestinya pihak operator sudah menyadari kalau tarif diturunkan secara otomatis traffic dipastikan mengikuti deret hitung (baca naik drastis) dengan keadaan seperti itu tambah kek jumlah load per BTS sehingga kapasitas handle per bts bisa naik dan layanan bisa bagus, ngga susah melakukan panggilan.

Kebayang ngga coba suatu ketika kita perlu banget menghubungi sesorang karena suatu hal dan itu sangat penting dan ngga bisa ditunda, tapi sewaktu mencoba telepon, nyoba sampai setengah mati jam belum juga bisa nyambung. Pasti kesel, sebel, sedih, gondok, mengumpat ga karuan mungkin. APakah hal semacam ini terpikirkan oleh pihak operator??? saya ragukan itu.

Kedua, kenapa kalau telepon ke lain operator lebih mudah drpd telepon ke sesama operator??? Bukannya kalau telepon ke operator lain harus bayar biaya interkoneksi?? Sedangkan telepon sesama operator tidak perlu bayar interkoneksi sehingga secara teoritis lebih menguntungkan????? Ah itu kan teori, prakateknya mana ada operator yang ga mau untung banyak, kalau bisa banyak kenapa harus sedikit??? Intinya meskipun secara teoritis telepon sesama operator lebih menguntungkan baik buat operator maupun pengguna layanan, namun karena operator juga ga mau rugi2 amat maka percakapan dengan sengaja diputus setiap beberapa menit. Jadi otomatis kita sebagai pengguna harus melakukan panggilan ulang, dan tarif 60 detik pertamanya yang rada gede itu bisa diraup oleh si operator, sedangkan telepon ke operator lain walaupun harus bayar biaya interkoneksi tetapi pola penarifan yang berulang selang seling setiap 90 detik, jadi operator masih bisa meraih pendapatan yang lebih banyak drpd panggilan sesama operator, apalagi tanggal 1 April 2008 ini kalau ngga salah biaya interkoneksi antar operator sudah diturunkan lagi sesuai regulasi yang baru sehingga keuntungan operator juga lebih banyak dari sebelumnya getoooo kekekekeke…tapi maap yee ini murni analisa dari gundul kopong saya lho.

Wah kalau keadaan ini tetap terjadi saya sebagai pengguna IM3 merasa kuatir juga jangan2 karena alasan2 di atas saya bakalan susah juga dong telepon ke Mentari, Matrix maupun starOne….lha apa gunanya gembar gembor iklan tarif makin murah tapi telepon makin suseeee, ngga ada gunanya kan.

Kesimpulannya:

Saya sebagai pengguna kartu IM3 menantang Indosat selaku operator IM3 eh menghimbau ding hehehehe kalau mereka sanggup memperbaiki layanannya yaitu menurunkan tarif percakapan sehingga semua orang bisa mempergunakan jasa telepon untuk aneka keperluan dengan harga yang kompetitif, dan meningkatkan layanan supaya telepon baik ke sesama operator maupun operator lain tidak susah dan PUTUS NYAMBUNG PUTUS NYAMBUNG melulu, saya selaku pelanggan lawas IM3 dengan nomor awal yg masih sedikit akan acungi kancut jempol buat kinerja mereka dan akan semakin loyal mempergunakan jasa mereka.

Bagaimana Indosat? bisakah kau jawab himbauan dan suara kami selaku customer kastemermu yang loyal ini? saya tunggu ya

Update :

Saat saya tulis update ini 8 Maret 2008, tarif IM3 terakhir dan mulai berlaku kemarin tanggal 7 Maret 2008 (sudah beredar iklannya di tipi2 swasta) adalah Rp 240,- per jam. Kalau ada kekeliruan ini tolong diupdate ya.